RICUH KJRI JEDDAH : Cegah Ricuh Terulang, Pemerintah Perbanyak Loket Bagi TKI

11 Juni 2013 12:22 WIB Redaksi Solopos News Share :

[caption id="attachment_414650" align="alignleft" width="370"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/11/ricuh-kbri-jeddah-cegah-ricuh-terulang-pemerintah-perbanyak-loket-bagi-tki-414649/tki-ilustrasi-solopos-agoes-rudianto-3" rel="attachment wp-att-414650">http://images.harianjogja.com/2013/06/TKI-ilustrasi-Solopos-Agoes-Rudianto-370x245.jpg" alt="" width="370" height="245" /> Foto Ilustrasi
JIBI/Solopos/Agoes Rudianto[/caption]

BANDUNG-Pemerintah memperbanyak loket baru untuk pendaftaran Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) bagi para tenaga kerja Indonesia (TKI) di tiga titik yakni Madinah, Jeddah dan Riyadh, Arab Saudi.

"Pembukaan loket baru itu adalah salah satu upaya pemerintah untuk mencegah kejadiannya kembali kericuhan di depan KJRI Jeddah, Arab Saudi pada Minggu (9/6) lalu ," kata Sekjen Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muchtar Luthfi di Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/6).

Ia menjelaskan, pembukaan 15 loket baru di tiga titik tersebut akan diefektif secepat mungkin oleh pemerintah.

"Loket ini akan sesegera mungkin dibuka atau diaktifkan," ucapnya, menegaskan.

Muchtar mengatakan, pemerintah juga telah meminta KJRI di sana untuk mengambil tenaga dari Indonesia di Arab Saudi untuk membantu petugas yang mengurus pendaftaran SPLP.

"Dan kementerian mengirimkan tim pengawas dari Indonesia ke sana. Dan dalam satu dua hari ini menambahkan tenaga kerja ke Arab," tuturnya.

Dengan adanya dua upaya tersebut, kata dia maka diharapkan antrean panjang para TKI yang mengurus SPLP di Arab Saudi tidak terjadi lagi dan tidak ada insiden.

Menurut dia, antrean panjang di KJRI Jeddah, Arab Saudi yang telah menelan satu orang korban itu, terjadi karena adanya rumor bahwa pendaftaran SPLP akan ditutup pada Minggu (9/6).

"Namun, hal itu kan tidak benar. Karena kenyataannya pendaftaran itu akan ditutup pada 3 Juli 2013 nanti," ujar Muchtar.

Pihaknya menambahkan, saat terjadi insiden KJRI di Jeddah jumlah WNI/TKI yang melakukan pendaftaran SPLP semula hanya ada 50.000.

"Ada 50.000 yang daftar tapi kenyataannya bertambah ada 50.000 lagi yang daftar. Jadi ada 100.000," katanya.