PRAMUGARI DIPUKUL PEJABAT : Anggota DPR Kecam Pejabat Pelaku Pemukulan Pramugari

Sriwijaya Air (JIBI/Bisnis Indonesia - Andi Rambe)
08 Juni 2013 09:07 WIB Redaksi Solopos News Share :

[caption id="attachment_413701" align="alignleft" width="314"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/08/pramugari-dipukul-pejabat-anggota-dpr-kecam-pejabat-pelaku-pemukulan-pramugari-413700/sriwijaya-air-3-bisnis-indonesia-andi-rambe-2" rel="attachment wp-att-413701">http://images.harianjogja.com/2013/06/sriwijaya-air-3-Bisnis-Indonesia-Andi-Rambe1.jpg" alt="" width="314" height="209" /> Foto Sriwijaya Air
JIBI/Bisnis Indonesia/Andi Rambe[/caption]

JAKARTA-Peristiwa pemukulan pramugari Sriwijaya Air, Nur Febriyani, oleh Kepala BKPMD Bangka Belitung (Babel) Zakaria Umar Hadi sampai juga ke DPR. Anggota Komisi V DPR Saleh Husin menyayangkan dan mengecam pemukulan yang dilakukan oleh Zakaria.

"Saya kira tindakan si pejabat yang menganiaya pramugari karena menegur si pejabat Bangka Belitung yang menggunakan hp di dalam pesawat sudah sangat keterlaluan," kata Saleh, Jumat (7/6/2013) malam.

Saleh mengatakan seharusnya Zakaria tahu akibat dari mengaktifkan handphone akan mengganggu sistem frekuensi dan komunikasi pesawat. Saleh membenarkan tindakan Febri menegur Zakaria.

Untuk http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/06/pramugari-dipukul-pejabat-sriwijaya-air-sebut-teguran-matikan-ponsel-sesuai-prosedur-413210">kasus pemukulan oleh Zakaria, Saleh mendukung laporan yang dilakukan Febri ke polisi. Harus ada efek jera bagi pejabat angkuh seperti Zakaria.

"Agar tidak terulang kembali kejadian serupa dan ada efek jera atas keangkuhan si pejabat," ujar politikus Hanura ini.

Zakaria memukul Febri karena tak terima ditegur soal ponsel saat pesawat hendak take off dari Bandara Soekarno-Hatta. Zakaria memukul Febri dua kali dengan lipatan koran sebelum meninggalkan pesawat yang telah mendarat di Pangkalpinang. Dia juga sempat memaki dengan kata-kata kasar.

Kini, pejabat berkumis itu diproses hukum. Setelah diperiksa, ia dijadikan tersangka dan sekarang ditahan di Mapolsek Pangkalan Baru, Pangkalpinang, Bangka Belitung.