Advertisement
Jusuf Kalla Terima Doktor Honoris Causa dari UI
Advertisement
[caption id="attachment_383218" align="alignleft" width="370"]http://images.harianjogja.com/2013/02/JK-dalam-pidato-kuliah-umumnya-370x245.jpg" alt="" width="370" height="245" /> JIBI/Bisnis Indonesia/Herry Suhendra[/caption]
DEPOK -- Bagi Jusuf Kalla yang kerap dipanggil JK, kepemimpinan secara prinsip adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang lain, berbuat atau tidak, sesuai keinginan sang pemimpin. Bila seorang pemimpin tidak lagi diikuti, maka legitimasinya saat itu juga sudah hilang.
Advertisement
Pemimpin tanpa legitimasi, bukanlah pemimpin, tetapi seseorang yang mempersepsikan diri sebagai pemimpin, demikian Jusuf Kalla pada kuliah umum bertema “Kepemimpinan dengan Kepercayaan” di Universitas Indonesia (UI), Selasa (26/2/2013).
Jusuf Kalla adalah penerima gelar Doktor Kehormatan atau Doktor Honoris Causa (DR.HC). Kuliah umum dihadiri oleh para pimpinan UI diantaranya Plh Rektor UI Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, Wakil Rektor UI Dr. Tafsir Nurchamid, Ketua ILUNI UI Chandra Motik dan para tamu undangan antara lain mantan Menteri Tenaga Kerja RI Fahmi Idris serta ratusan mahasiswa UI maupun perguruan tinggi lainnya serta para pemimpin di lingkungan kampus UI.
Dalam kuliah umumnya Jusuf Kalla atau kerap dipanggil JK memaparkan pemikirannya mengenai konsep kepemimpinan. Dalam kepemimpinannya, JK memegang teguh Formula 3K yaitu Katakan yang akan dikerjakan, Kerjakan yang dikatakan, dan Komunikasikan apa yang telah dikerjakan dan yang tidak dikerjakan. Dengan membangun ketiga hal tersebut maka akan dapat terbina kepercayaan.
Semua teori kepemimpinan bertolak pangkal pada kepercayaan. Krisis kepemimpinan merupakan bentuk krisis ketidakpercayaan dimana pemimpin atau sistem tidak dipercaya lagi sehingga berakibat ambruknya sesuatu.
Hulu dari kepemimpinan adalah keikhlasan sementara hilirnya adalah ketegasan dan keteladanan. Keikhlasan adalah ketika seorang pemimpin tidak memihak kepada kepentingan diri dan kelompoknya atau disebut keadilan.
“Keadilan akan datang bilamana pemimpin tak ragu mengatakan dan berbuat yang benar dan ingkar mengatakan dan berbuat yang tidak benar.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Pendidikan 3T
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Potongan Jenazah Ditemukan di Kapal Thailand yang Diserang Rudal
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
- Guru Besar UGM Ungkap Mikroalga Bisa Jadi Energi Masa Depan
Advertisement
Advertisement




