Advertisement
RSBI DIHAPUS: Guru Diminta Jangan Nglokro
Advertisement
http://www.harianjogja.com/baca/2013/01/09/rsbi-dihapus-guru-diminta-jangan-nglokro-366505/jawaban-mendikbud-soal-rsbi-dibubarkan-mk" rel="attachment wp-att-366508">http://images.harianjogja.com/2013/01/jawaban-mendikbud-soal-rsbi-dibubarkan-mk-370x185.jpg" alt="" width="370" height="185" />SLEMAN -- Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Sleman meminta semangat para guru tidak luntur untuk memberikan kualitas pendidikan yang tinggi menyusul pembatalan aturan RSBI oleh Mahkamah Konstitusi.
Sampai saat ini, Disdikpora Sleman masih menunggu tindaklanjut dari Pusat. Kepala Disdikpora Sleman, Arif Haryono mengatakan pihaknya menghormati keputusan MK. Namun untuk langkah selanjutnya msih menunggu kebijakan baru dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Advertisement
“Yang lebih penting adalah jangan sampai keputusan ini menurunkan semangat guru di Sleman. Terlebih mereka telah bersertifikasi," jelas Arif di Kantornya, Rabu (9/1/2013).
Terkait kemungkinan penyesuaian anggaran, Arif mengaku, tahun ini tidak ada alokasi khusus untuk RSBI. Kegiatan yang dialokasikan hanya berupa pelatihan bagi guru. “Biasanya sampai ratusan juta, tapi kebetulan tahun ini tidak ada jadi tidak perlu penyesuaian,” jelasnya.
Arif mengaku, RSBI di Sleman selama ini belum memenuhi kuota 20% bagi siswa tidak mampu. Kekurangan itu umumnya ditutup lewat sistem subsidi silang.
Arif menilai, penghapusan status RSBI tidak akan berpengaruh terhadap kualitas pendidikan. Pasalnya, sebelum ada RSBI, Kabupaten Sleman sudah memiliki program sekolah andalan yang cara pengajarannya mirip dengan RSBI.
Di Kabupaten Sleman terdapat sepuluh sekolah andalan yang kini berubah menjadi RSBI, di antaranya SD Percobaan 3 Pakem, SD Model, SMP 4 Pakem, SMP 1 Sleman, SMA 1 Sleman, Kolese De Brito, dan SMA Kalasan. Lainnya adalah SMK 1 Kalasan, SMK 2 Depok, dan SMK 1 Sleman.
“Kami belum tau apakah nantinya sekolah tersebut akan kembali dijadikan andalan, atau dikembangkan dengan bentuk lain,” tegas Arif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Gempa M5,7 Guncang Tenggara Tuapejat, Tak Berpotensi Tsunami
- Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
- Kedatangan Jenazah Prajurit TNI dari Lebanon Dikawal Puluhan Personel
- Siswa Keracunan Spageti MBG, Operasional Dapur Disetop
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
Advertisement
Tangis Pecah Saat Jenazah Prajurit TNI Tiba di Kulonprogo
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Sekolah dan ASN Didorong Ubah Kebiasaan Demi Hemat Energi
- Wapres Gibran Lepas Alumni Pejuang Digital untuk Pendidikan 3T
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Viral MBG Dibungkus Kresek, Satgas dan BGN Turun Tangan
- Guru Besar UGM Ungkap Mikroalga Bisa Jadi Energi Masa Depan
- Lagi, Tiga Prajurit Indonesia Terluka dalam Ledakan di Lebanon
Advertisement
Advertisement




