Veda Ega Pratama Bertahan di 5 Besar Klasemen Moto3 2026
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Penampilan paguyuban Grasak dari Tepus saat tampil pada Festival Lima Gunung XVI di dusun Gejayan, desa Banyusidi, Pakis, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (30/7). / ANTARA FOTO-Mohammad Ayudha
Harianjogja.com, MAGELANG- Festival Lima Gunung yang merupakan festival seni terbesar di Magelang akan digelar kembali. Sedikitnya 77 kelompok kesenian akan tampil pada dalam festival ke-18 di kawasan Gunung Merapi, Dusun Tutup Ngisor, Desa Sumber, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah selama 5-7 Juli 2019.
Sekretaris Panitia Festival Lima Gunung 2019, Endah Pertiwi di Magelang, Sabtu (15/6/2019) mengatakan mereka akan menampilkan berbagai kesenian, seperti tarian, musik, performa seni, pembacaan puisi, pameran seni rupa, kirab budaya, dan pidato kebudayaan.
Festival Lima Gunung, kata dia, sebagai agenda kebudayaan tahunan diprakarsai para seniman petani yang tergabung dalam Komunitas Lima Gunung (Gunung Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing, dan Menoreh) Kabupaten Magelang.
"Mereka yang pentas itu dari berbagai grup kesenian di komunitas, desa-desa di Magelang, dan jejaring Komunitas Lima Gunung di berbagai kota, terutama di Jawa. Tahun ini ada juga dari Bulukumba dan Toraja (Sulawesi Selatan), Australia, serta penari dari Jepang," kata Endah yang juga salah satu petinggi Komunitas Lima Gunung itu.
Ia mengatakan tema Festival Lima Gunung tahun ini, "Gunung Lumbung Budaya", mengajak para pengisi acara dan masyarakat luas untuk menggali perenungan tentang nilai-nilai kearifan lokal sebagai kekuatan budaya bangsa dalam mencapai kemajuan hidup bersama.
Berbagai persiapan festival, ujar dia, telah dilakukan sejak beberapa bulan terakhir oleh para pegiat Komunitas Lima Gunung bersama warga Dusun Tutup Ngisor, Desa Sumber, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, di kawasan barat daya puncak Gunung Merapi, sebagai tuan rumah perhelatan seni budaya itu.
Masyarakat Dusun Tutup Ngisor sebagai tuan rumah festival, ujar dia, menyiapkan rumah-rumah mereka untuk para tamu dari berbagai kota yang ingin menginap selama berlangsung Festival Lima Gunung.
Ia mengatakan Festival Lima Gunung juga menjadi ajang pertemuan berbagai kelompok kesenian, seniman, budayawan, penikmat seni, pemerhati sosial, budaya, dan lingkungan dari berbagai kota dan luar negeri.
"Festival ini memiliki kekuatan desa dengan nilai-nilai kehidupan masyarakatnya. Penyelenggaraannya juga sesuai dengan kekuatan desa sebagai tuan rumah. Para pegiat komunitas (Komunitas Lima Gunung, red.) terus menghidupi kekuatan festivalnya secara mandiri," ujar dia.
Lokasi Festival Lima Gunung setiap tahun berpindah-pindah di desa-desa yang menjadi basis Komunitas Lima Gunung. Festival serupa tahun lalu berlangsung di Dusun Wonolelo, Desa Bandongan, Kabupaten Magelang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.