Jateng Buka Pendaftaran Beasiswa Santri hingga Juli 2026
Program Beasiswa Santri Jateng 2026 masih dibuka hingga Juli. Pendaftar sudah mencapai 825 santri untuk studi dalam dan luar negeri.
Gambar Ilustrasi. (Solopos/Dok)
Harianjogja.com, KUPANG - Dua kelompok perguruan silat, Kera Sakti dan Setia Hati Terate (SHT), di Kelurahan Naibonat, Kupang, Nusa Tenggara Timur bentrok, Kamis (6/6/2019). Akibatnya, satu orang meninggal dunia, empat orang lainnya luka-luka.
Kabar bentrokan dua perguruan silat itu dibenarkan oleh Kasatreskrim Polres Kupang, Iptu Ebed Amalo. Pihaknya, belum mengetahui penyebab terjadinya bentrokan kedua kubu tersebut. "Kami masih mendalami penyebab terjadinya kerusuhan ini," kata Ebed seperti dikutip dari Antara.
Buntut dari bentrokan ini, satu orang meninggal dunia. Korban tewas atas nama Ramos Horta Sores, 19, warga RT 022/RW 009, Desa Manusak, Kupang Timur. Ebed menjelaskan korban tewas akibat ditikam benda tajam. Korba tewas itu diduga anggota SHT.
"Korban tewas dalam bentrokan itu telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Naibonat," kata Ebed.
Sementara empat korban luka-luka diduga dari perguruan silat Kera Sakti. Keempatnya mengalami luka karena terkena anak panah. Mereka masih dalam penanganan petugas medis pada RSUD Naibonat yang berada tidak jauh dari lokasi bentrokan kedua perguruan silat berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Program Beasiswa Santri Jateng 2026 masih dibuka hingga Juli. Pendaftar sudah mencapai 825 santri untuk studi dalam dan luar negeri.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit melantik Kalemdiklat Polri, lima kapolda baru, dan satu pejabat utama Mabes Polri di Jakarta.