Ilustrasi./Solopos-Nicolous Irawan
Harianjogja.com, SLEMAN-- Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman memetakan ada delapan titik daerah yang rawan kemacetan saat arus mudik maupun arus balik lebaran 2019.
Kepala Bidang (Kabid) Transportasi Dishub Sleman, Marjanto, menjelaskan, delapan titik tersebut yakni, Jln. Wates KM 5, Simpang empat Kentungan, Simpang empat Tempel, Simpang empat UPN, Simpang tiga Maguwo, Simpang tiga Prambanan, Fly Over Jombor, dan Jln. Solo depan Ambarukmo Plaza.
“Di Jln. Wates KM.5 ada pasar tumpah dan bus ngetem, sehingga sering terjadi penumpukan kendaraan,” kata dia, Minggu (2/6/2019).
Untuk simpang empat Tempel, kata dia, kemacetan terjadi karena merupakan pintu masuk wilayah DIY dari Magelang, yang menyebabkan terjadinya penumpukan kendaraan. “Untuk Simpang empat Kentungan memang setiap hari juga rawan macet, ditambah dengan adanya pembangunan underpass, Simpang empat UPN juga sering terjadi penumpukan kendaraan,” ucap dia.
Titik kemacetan selanjutnya di Flyover Jombor, kata dia, disebabkan adanya penyempitan ruas jalan dari sisi utara. Sedangkan Simpang tiga Maguwo disebabkan adanya bandara dan juga pusat oleh-oleh yang menyebabkan terjadinya penumpukan arus lalu lintas.
“Simpang tiga Prambanan kemacetan diprediksi terjadi karena pintu masuk DIY dari arah Klaten, dan juga banyaknya objek wisata. Di depan Ambarrukmo Plaza juga diprediksi macet karena pusat perbelanjaan maupun pertokoan, ditambah ada proyek pembangunan jembatan penyeberangan orang,” ujar dia.
Untuk mengantisipasinya, kata dia, Dishub Sleman menyiapkan tiga jalur alternatif, yang pertama, jalur alternatif Prambanan-Tempel yang melewati Prambanan, Proliman, Kalasan, Ngemplak. Yang kedua, jalur alternatif Prambanan-Jogja yang melewati Prambanan, Piyungan dan yang ketiga jalur alternatif Wates-Tempel yang melewati Tempel, Balangan, Moyudan, Jln Wates.
KBO Sat Lantas Polres Sleman, Iptu Riki Heriyanto mengatakan, hingga h-3 lebaran, secara umum, lalu lintas di jalan-jalan Sleman pada jam-jam tertentu, mengalami sedikit peningkatan, namun belum signifikan.
“Yang terlihat beberapa hari ini ada peningkatan di Simpang tempel, Simpang maguwo, Simpang Bandara Adisucipto, dan Simpang Prambanan,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.