Menteri Larang Pejabat Eselon 1 Belanja di Bazar Ramadan Kemendag

Newswire
Newswire Senin, 27 Mei 2019 14:57 WIB
Menteri Larang Pejabat Eselon 1 Belanja di Bazar Ramadan Kemendag

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memberikan ucapan selamat kepada pemilik OMO! Healthy Snack yang meraih penghargaan juara satu Maker Fest 2018 dalam kunjungan ke pusat produksi OMO di Sinduadi, Mlati, Sleman, Kamis (27/12). /Harian Jogja-Desi Suryanto

Harianjogja.com, JAKARTA--Kementerian Perdagangan (Kemendag) membuka bazar Ramadan di Gedung Kementerian Perdagangan, Jakarta. Tujuan bazar tersebut diselenggarakan untuk memberikan harga bahan pokok dibawah harga pasaran.

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita mengatakan untuk jajaran eselon 1 Kemendag dilarang berbelanja di bazar Ramadan. Diketahui bazar Ramadhan 2019 diselenggarakan di empat lokasi seperi Bandung, Depok, Ciracas dan Kementerian Perdagangan Pusat.

"Bazar murah diperuntukkan yang membutuhkan. Eselon 1 dilarang belanja karena tidak di butuhkan mereka bukan kelompok yang membutuhkan," ujar Menteri Enggar di Kementerian Perdagangan, Senin (27/5/2019).

Menurutnya untuk jajaran eselon 1 bisa turut serta menyumbang membantu menyediakan bahan pokok di bazar Ramadhan untuk masyarakat. Selain itu, bazar Ramadhan dinilai membantu masyarakat di sekitar Kemendag untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga murah.

"Jangan nyuruh orang untuk belanja itu larangan, ini untuk masyarakat yang membutuhkan dan dijajaran staf Kemendag yg membutuhkan," tambahnya.

Menteri Enggar menuturkan hingga lebaran nanti persediaan bahan pokok tersedia. Oleh karena itu ia menghimbau pedagang untuk tidak memanfaatkan momen Ramadan untuk menaikan harga

"Sampai dengan saat ini syukur alhamdulillah bahan pokok tersedia, terkendali dan ada kemungkinan pada bulan ini paling tidak ada inflasi bahan pokok makanan," terangnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Suara.com

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online