Bansos September 2026 Belum Cair Padahal Terdaftar? Ini Penyebabnya
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
Ilustrasi terorisme/JIBI
Harianjogja.com, BOGOR - Teroris berinisial E yang ditangkap di Bogor, Jawa Barat diklaim teroris yang berbahaya dan militan.
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyebut terduga teroris berinisial E (51) yang diamankan polisi di Kelurahan Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat merupakan jaringan Fikih Abu Hamzah.
"Ini berbeda dengan kelompok JAD Lampung, JAD Bekasi dan JAD Jawa tengah. Dulu kelompok ini memang JAD, tapi sudah pecah menjadi jaringan Firkih Abu Hamzah," kata Dedi, kepada wartawan di Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (18/5/2019).
Dedi menambahkan, jaringan tersebut dikenal lebih militan dan lebih berbahaya dengan kelompok teroris lainnya. Jaringan ini sudah melakukan beberapa serangkaian aksi teror bom di antaranya yang terjadi di Mapolres Surakarta pada 5 Juli 2016 silam.
"Mereka lebih berbahaya dan militan pengikut dari Abu Hamzah yang saat ini ada di Suriah. Dia yang pernah melakukan serangan terorisme dengan sasaran di Polres Surakarta," ujar Dedi.
Selain itu, jaringan Firkih Abu Hamzah ini juga terkoneksi dengan kelompok teroris lainnya yakni mujahidin indonesia timur dan kelompok Santoso di Poso. Sementara, terduga E ini ditangkap dari hasil pengembangan kasus terorisme di Jawa Tengah.
"Mereka masih terkoneksi kelompok sana (mujahidin indonesia timur dan Poso). Terduga E ini ditangkap hasil pengembangan teroris di Pemalang, Jawa Tengah. Lalu akhirnya Densus melakukan preventives straight dengan menangkap saudara E," ujarnya.
Seperti diketahui, Tim Densus 88 Mabes Polri menangkap pria berinisial E karena terlibat jaringan terorisme di RT 02 RW 03, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor pada Jumat 17 Mei 2019. Polisi juga mendapatu barang bukti berupa bahan peledak, paku, panci, detonator dan buku perakitan bom.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Bansos September 2026 belum cair meski nama terdaftar? Simak penyebab, cara cek status, perubahan desil hingga masalah rekening.
Menaker Yassierli mendorong generasi muda memperkuat kompetensi, reskilling, upskilling, dan kemampuan adaptasi menghadapi perubahan dunia kerja.
Siswa SRMA 19 Bantul diajak aktif di lingkungan dan mengembangkan kemampuan agar mampu menjadi penggerak sekaligus mengurangi urbanisasi.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Sertifikat tanah elektronik menghubungkan data pemegang hak dengan NIK dan bidang tanah dengan nomor identifikasi elektronik.
BSU Rp600.000 Oktober 2026 belum diumumkan pemerintah. Simak syarat BSU tahun lalu dan cara cek status melalui situs resmi Kemnaker.