Jemaah Haji Probolinggo Wafat di Makkah, Sempat Dirawat di ICU
Jemaah haji asal Probolinggo meninggal dunia di Makkah setelah dirawat di ICU akibat gagal napas. Almarhum sempat menunaikan umrah wajib.
Ilustrasi kayu jati pendem yang ditemukan di Sleman./ist
Harianjogja.com, JAMBI--Kayu olahan jenis meranti hasil pembalakan liar atau illegal logging yang berhasil diamankan oleh tim gabungan Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia (Bareskrim Polri) bersama personel Brimob Polda Jambi pada Selasa lalu (14/5/2019) di kawasan hutan produksi perbatasan Provinsi Jambi dengan Sumatera Selatan berjumlah 2.000 meter kubik.
Setelah dilakukan penggerebekan lokasi aksi pengolahan kayu pembalakan liar dari hutan produksi di wilayah Provinsi Jambi, kini barang bukti kayu 2.000 M3 jenis meranti itu masih berada di lokasi Dusun Tiga Pancuran Desa Muara Merang, Bayung Lincir, Provinsi Sumatera Selatan yang berbatasan dengan Jambi, kata Kasubdit III Tipidter Bareskrim Mabes Polri, Kombes Pol Irsan, Jumat.
Dalam penggerebekan tersebut sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara pelaku dengan tim gabungan kepolisian di kawasan hutan produksi Bayung Lincir, Sumatera Selatan, sehingga petugas di lapangan terpaksa melepaskan beberapa kali tembakan peringatan ke udara.
Diduga kedatangan petugas ini diketahui para pelaku dan sempat melarikan diri ke dalam hutan. Meski berupaya kabur tim kepolisian berhasil mengamankan satu orang pelaku dari sebuah gudang.
Di beberapa lokasi penggerebekan, petugas menemukan tumpukan kayu berjumlah cukup banyak yang tersimpan di dalam gudang, maupun di dalam sawmill (tempat penggergajian) milik salah satu pengusaha bernama Mustar, di tempat ini para pelaku juga kabur meninggalkan gudang ketika mengetahui kedatangan petugas.
Bareskrim Polri bersama satuan Brimob Polda Jambi menemukan sekitar 2.000 meter kubik kayu hasil penebangan liar berjenis meranti di lokasi penggerebekan. Pelaku penebangan liar sengaja menebang kayu di kawasan hutan produksi, kemudian mengolahnya ke sawmill-sawmill di kawasan tersebut.
Irsan, yang memimpin langsung operasi menyebutkan lebih dari dua ribuan meter kubik tumpukan kayu dan gudang-gudang penyimpanan kayu hasil penebangan liar berhasil disita. Saat ini seluruh barang bukti sudah dipasangi garis polisi, selanjutnya penyidik akan berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK) terkait temuan itu.
Selain itu, Kombes Pol Irsan juga menerangkan, dari penyelidikan polisi aksi pembalakan liar yang sudah memasuki kawasan operasional perusahaan Putra Duta Indah Plywood, diperkirakan berlangsung sekitar tiga tahun. Dikhawatirkan setelah menjarah sekitar 13 ribu hektar lahan di kawasan hutan ini, para pelaku kembali akan menjarah di kawasan hutan lindung.
"Aksi pembalakan di kawasan itu sudah berlangsung sejak 3 tahun lalu, dari hasil penggerebekan seperti dilihat saat ini ada lebih dari 2 ribu kubik kayu yang ditemukan. Kami akan berkoordinasi dengan Kementerian LHK terkait temuan untuk diapakan. Sementara hasil investigasi tim ada sekitar 13 sampai 14 ribu hektar hutan yang telah dibabat pelaku," kata Irsan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Jemaah haji asal Probolinggo meninggal dunia di Makkah setelah dirawat di ICU akibat gagal napas. Almarhum sempat menunaikan umrah wajib.
BNNP DIY perkuat pencegahan narkoba dengan kearifan lokal dan sinergi masyarakat untuk wujudkan Yogyakarta bersih narkoba.
Kompetisi 76 Indonesian Downhill 2026 hadir lebih ekstrem di Bantul. Trek baru lebih curam, cepat, dan menantang rider elite.
Wisata Gunungkidul ramai 41.969 pengunjung saat libur panjang. PAD tembus Rp516 juta, pantai masih jadi favorit wisatawan.
Pemkab Bantul memantau harga pangan usai rupiah melemah. Sejumlah komoditas lokal masih aman, warga diminta tidak panic buying.
Banjir Semarang 2026 melanda Tugu dan Ngaliyan. 313 KK terdampak, satu lansia hilang, tanggul Sungai Plumbon jebol.