Fantastis, Potongan Rambut Ludwig van Beethoven Dilelang Rp270 Juta
Potongan rambut Ludwig van Beethoven yang dipotong sendiri oleh sang komposer Jerman dan diberikan kepada seorang pianis pada 1826, dilelang oleh rumah lelang Inggris Sotheby.
Umat muslim menunggu waktu buka puasa di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (6/5/2019)./Bisnis-Triawanda Tirta Aditya
Harianjogja.com, JAKARTA--Ahli medis berpendapat bahwa puasa sama sekali tidak melemahkan fisik, justru sebaliknya. Salah satu alasannya lantaran dalam berpuasa ada pembatasan asupan makanan.
Hal tersebut diungkapkan oleh akademisi dan praktisi klinis yang juga seorang Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ari Fahrial Syam. Dia menjelaskan, puasa Ramadan dapat mengurangi frekuensi makan yang biasanya tiga kali menjadi dua kali sehingga menimbulkan terjadinya pembatasan asupan makanan dan restriksi kalori.
Adapun, dampak dari adanya pembatasan makanan dan kalori akan membawa manfaat bagi kesehatan. Pembatasan makanan membuat tubuh melakukan penghancuran lemak tubuh dan juga menyebabkan pengurangan radikal bebas yang berbahaya bagi tubuh.
“Jadi dengan adanya pembatasan makanan, berat badan akan turun, kolesterol akan turun, kadar gula darah juga menjadi lebih terkontrol,” tuturnya kepada Bisnis, baru-baru ini.
Ari menjelaskan, puasa sepanjang hari dapat mengurangi konsumsi camilan yang tidak sehat, seperti cokelat, keju, dan lemak. Selain itu juga dapat mengurangi makanan yang manis dan asin yang belum tentu sehat bagi tubuh.
Dengan berpuasa, lanjutnya, orang dengan penyakit kronis, seperti hipertensi, kencing manis, kegemukan, dan kolesterol tinggi akan membuat penyakit menjadi lebih terkontrol. Puasa juga memberi manfaat bagi orang yang merokok untuk mengurangi konsumsi rokoknya setiap hari sehingga puasa akan membuatnya lebih sehat.
“Kondisi sehat yang kita harapkan ini tidak akan tercapai kalau dalam berpuasa kita melakukan budaya balas dendam saat berbuka. Sehingga tujuan pembatasan makanan dan pembatasan kalori tidak tercapai,” lanjutnya.
Dia menyarankan, ketika sahur sebaiknya mengonsumsi makan yang mudah dicerna karena baru bangun tidur. Salah satu yang harus dihindari saat sahur adalah minum kopi.
Lalu, ketika berbuka, konsumsilah makanan atau minuman yang manis dan mengandung karbohidrat.
“Buka puasa dengan minum yang manis, kue, lalu break solat, baru makan yang berat. Jangan langsung makan berat karena lambung kan 14 jam kosong," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Potongan rambut Ludwig van Beethoven yang dipotong sendiri oleh sang komposer Jerman dan diberikan kepada seorang pianis pada 1826, dilelang oleh rumah lelang Inggris Sotheby.
Persib Bandung wajib meraih kemenangan atas PSM Makassar demi menjaga peluang juara Super League 2025/2026.
Bulog DIY optimistis target serapan gabah 2026 tercapai sebelum Juni di tengah panen raya dan antisipasi dampak El Nino.
Aktivitas Gunung Mayon di Filipina meningkat dengan puluhan gempa vulkanik dan aliran lava, sementara status Siaga 3 tetap berlaku.
Kapolri Listyo Sigit menargetkan pembangunan 1.500 SPPG Polri pada 2026 untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis.
Rey’s Mediterranean Kitchen resmi buka di Jogja dengan konsep colorful dan menu khas Mediterania, western, hingga Timur Tengah.