Jokowi Bakal Dikukuhkan Jadi Ketua Dewan Pembina PSI November 2026
Jokowi disebut bakal dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pembina PSI pada November 2026 bersamaan Rapimnas dan HUT PSI di Surabaya.
Ilustrasi internet/Bisnis.com
Harianjogja.com, JAKARTA - Instagram mencoba untuk membuat kenyamanan bagi penggunanya. Terkini, media sosial tersebut menguji coba fitur yang memungkinkan pengguna menyembunyikan jumlah likes.
Dikutip dari Antaran, Instagram secara resmi melakukan uji menyembunyikan jumlah likes di Kanada, agar pengguna tidak terlalu fokus pada jumlah penyuka sehingga aplikasi itu tidak menjadi kontes kontes popularitas.
Meski demikian, pengunggah konten masih bisa membuka laman likers untuk melihat nama-nama orang yang menyukai unggahan mereka.
"Akhir pekan ini, kami menjalankan tes di Kanada yang menghilangkan jumlah likes pada foto dan tampilan video di Feed, Permalink halaman, dan Profil," kata juru bicara Instagram kepada TechCrunch dikutip Rabu (1/5/2019).
Meskipun total Likes masih akan berdampak pada bagaimana algoritma memberi peringkat pada sebuah unggahan, jika diluncurkan, perubahan itu akan memfokuskan kembali Instagram pada ekspresi diri, alih-alih menjadi kontes popularitas.
Kemungkinan pengguna untuk menghapus foto atau video karena tidak mendapatkan likes yang cukup juga akan berkurang.
Diharapkan, dengan disembunyikannya likes bisa membuat pengguna tidak merasa iri pada teman atau influencer yang mendapatkan lebih banyak. Dan orang-orang mungkin lebih bersedia mengunggah segala hal yang benar-benar mewakili identitas rumit mereka karena mereka tidak berjuang untuk penghitungan likes.
“Kami menguji ini karena kami ingin followers Anda fokus pada foto dan video yang Anda bagikan, bukan berapa banyak likes yang mereka peroleh.”
Para pengguna Instagram di Kanada dalam pengujian ini akan mendapat notifikasi di atas feed mereka yang memperingatkan mereka tentang “perubahan untuk melihat likes."
Alasan dipilihnya Kanada sebagai lokasi uji coba karena "Warga Kanada melek teknologi dengan lebih dari 24 juta orang terhubung pada aplikasi ini. Kami ingin mencoba di audiens yang melek teknologi dan punya komunitas yang banyak di Instagram," kata perwakilan Instagram.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Jokowi disebut bakal dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pembina PSI pada November 2026 bersamaan Rapimnas dan HUT PSI di Surabaya.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.
Shopee, TikTok Shop, dan Tokopedia dinilai berpotensi masuk kategori risiko tinggi PP Tunas seperti Lazada dan Blibli.