MA Tolak PK, Vonis Korupsi Selter Tsunami Lombok Tetap Berlaku
Mahkamah Agung tolak PK kasus korupsi selter tsunami Lombok. Vonis 6 tahun penjara tetap berlaku.
llustrasi penjara./Harian Jogja
Harianjogja.com, SAMARINDA--Upaya pemberantasan jaringan narkoba terus dilakukan di berbagai tempat. Di Samarinda, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) bersama BNNK Samarinda tak tanggung-tanggung langsung mengamankan 32 orang tersangka narkoba. Satu di antaranya adalah PNS aktif di Pemerintah Kota Samarinda.
Kabid Pemberantasan BNNP Kaltim, AKBP H Tampubolon mengatakan puluhan tersangka tersebut diamankan dalam operasi yang dilaksanakan di tiga tempat yakni Gang Bakti dan Gang Masjid yang berada di jalan Lambung Mangkurat, dan Gang Pulau Indah, Jalan Kesehatan, pada Rabu (24/4/2019) sore hingga malam harinya.
"Tiga lokasi tersebut sudah berpredikat kampung narkoba, dan dalam operasi itu petugas berhasil mengamankan sebanyak 32 orang," katanya Kamis (25/4/2019).
Ia membeberkan dari 32 orang diamankan, di antaranya berprofesi sebagai satuan pengaman, mahasiswa, pedagang, ibu rumah tangga, pelajar, dan ada juga PNS Golongan 3B, yang menjabat sebagai Sekretaris Lurah Sindang Sari, bernama Id, 52.
"Kami tidak akan pernah berhenti untuk memerangi narkoba, dan jangan berpikir ketika tempat yang sudah kita datangin sudah bebas dari operasi lagi," katanya.
Menurut Tampubolon, mayoritas warga yang terjaring merupakan pembeli, namun demikian juga terdapat sebagai pengedar. "Kalau ada pengguna yang ada barangnya [narkoba] kita proses,tapi kebanyakan dari mereka tidak ada, kita beri kesempatan mereka untuk berobat, kita akan rehabilitasi mereka semua," jelasnya.
Hal yang membuat Tampubolon terkejut saat operasi dilakukan didapati seorang ibu yang sengaja datang tengah malam hanya untuk membeli sabu. "Saya sempat heran, ada ibu rumah tangga berani datang tengah malam, ternyata mau beli sabu," ucapnya.
Ia menambahkan dari hasil penindakan yang dilakukan oleh tim di lapangan sejak Minggu (21/4) malam lalu, hingga Rabu (24/4) sudah terdapat sekitar 98 orang yang diamankan.
"Untuk yang PNS, kita akan laporkan ke instansi terkait. Ini harusnya menjadi perhatian pemerintah," ujarnya.
Sementara itu, Lurah Sindang Sari, Ali Zubaid menilai, tidak ada gelagat yang mencurigakan dari sekretarisnya, namun sekretarisnya kerap bicara tergagap-gagap dan tidak jelas apa yang disampaikan. "Kalau gelagat tidak ada yang mencurigakan, hanya saja kalau ngomong gagap, susah bicara," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : antara
Mahkamah Agung tolak PK kasus korupsi selter tsunami Lombok. Vonis 6 tahun penjara tetap berlaku.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.
Film Indonesia berlatar Jogja raih penghargaan di Cannes 2026. Kisah identitas ‘Yanto’ memikat penonton dunia.