Presiden Prancis Sebut Renovasi Katedral Notre Dame Butuh Waktu 5 Tahun

John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri Rabu, 17 April 2019 07:07 WIB
Presiden Prancis Sebut Renovasi Katedral Notre Dame Butuh Waktu 5 Tahun

Katedral Notre-Dame di Paris Prancis terbakar Senin (15/4/2019) waktu setempat/Reuters

Harianjogja.com, JAKARTA--Setelah kebakaran menghanguskan gereja  katedral Notre Dame pada Senin (15/4/2019) lalu, Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan siap untuk membangun kembali gereja bersejarah itu dalam waktu lima tahun. 

"Kami akan membangun kembali Notre Dame bahkan lebih indah. Saya ingin selesaikan dalam lima tahun, kami bisa melakukannya," kata Macron dalam pidato televisi seperti dikutip Reuters, Rabu (17/4/2019).

Macron mengatakan peristiwa bencana tersebut menjadikan masyarakat Prancis bersatu, dan membangun kebersamaan yang lebih baik. Macron menolak dikatikan pernyataannya dengan sejumlah aksi rompi kuning yang belakangan dilakukan sejumlah warganya.

"Kita akan segera memulai proyek perbaikan ini," tegas Macron.

Aparat Prancis menyimpulkan kebakaran merupakan kecelakaan, bukan pembakaran yang disengaja.

Pemerintah Kota Paris mengerahkan 400 petugas dan 18 unit truk pemadam kebakaran untuk menjinakkan si jago merah. Namun, akibat api yang terus menjalar menyebabkan atap gereja berbahan kayu dan berusia 850 tahun itu runtuh.

Jaksa penuntut umum Kota Paris, Remu Heitz, mengatakan bahwa setelah melakukan penyelidikan, otoritas tidak menemukan tanda-tanda kebakaran itu terjadi dengan sengaja.

"Kami meyakini teori bahwa ini adalah sebuah kecelakaan," kata Heitz kepada wartawan di Paris, Selasa (16/4/2019).

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : bisnis.com

Share

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online