Jokowi: Semua Orang Sekarang Merasa Seperti Politisi, Melebihi Politisi Tulen

Yodie Hardiyan
Yodie Hardiyan Rabu, 03 April 2019 22:27 WIB
Jokowi: Semua Orang Sekarang Merasa Seperti Politisi, Melebihi Politisi Tulen

Presiden Joko Widodo ketika berbincang dengan petani, pemilik penggilingan padi dan penjual pupuk, serta pelawak Kirun saat silaturahim dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Perkumpulan Penggilingan Padi dan pengusaha Beras (Perpadi) di Sragen, Jawa Tengah, Rabu (3/4/2019)./Antara

Harianjogja.com, SUKOHARJO - Presiden Joko Widodo menyatakan semua orang sekarang merasa seperti politisi, bahkan melebihi politisi tulen.

Pernyataan itu disampaikan oleh Jokowi dalam acara Peringatan Isra Mikraj Tingkat Kenegaraan 2019 di Gedung Olah Raga Pandawa, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (3/4/2019).

Dalam acara itu, Jokowi semula bercerita tentang pengalamannya bertemu dengan Rula Ghani, Ibu Negara Afghanistan atau istri dari Presiden Ashraf Gani. Singkat cerita, Rula bercerita tentang keadaan sebelum dan sesudah perang di Afghanistan.

Jokowi mengatakan Rula berpesan supaya konflik sekecil apapun di Indonesia segera diselesaikan. Rula mengatakan itu berdasarkan pengalaman negaranya dimana perang terjadi karena konflik dua suku.

Di samping itu, menurut Jokowi, Rula memuji kerukunan di Indonesia. Kemudian Jokowi teringat situasi di Indonesia pada saat ini. "Tapi kita di dalam [negeri] kadang-kadang, terbawa urusan politik," kata Jokowi.

Jokowi kemudian menyatakan semua orang sekarang merasa seperti politikus. Situasi itu tampak di sejumlah tempat seperti warung kopi atau warung bakso.

"Nggak di warung kopi, warung bakso. Semuanya sudah, kadang-kadang melebihi politikus," kata Jokowi yang mencalonkan diri sebagai Calon Presiden dalam Pemilihan Presiden 2019.

Jokowi mengingatkan, jangan sampai karena urusan politik, masyarakat Indonesia lupa bahwa sesungguhnya mereka adalah saudara sebangsa dan setanah air.

Jokowi mengaku melihat di banyak daerah bahwa perbedaan pilihan kepala daerah atau presiden dalam Pemilu membuat antar tetangga atau antar warga kampung tidak saling menyapa.

Menurutnya, perbedaan yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia jangan sampai membuat masyarakat tidak lagi bersaudara.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online