Sebelum Pilpres Rampung, Demokrat Enggan Bahas Jatah Menteri

Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova Rabu, 03 April 2019 21:57 WIB
Sebelum Pilpres Rampung, Demokrat Enggan Bahas Jatah Menteri

Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Hinca Pandjaitan menjawab pertanyaan pers di Jakarta, Kamis (28/2/2019)./JIBI-Bisnis Indonesia-Samdysara Saragih

Harianjogja.com, JOGJA - Partai Demokrat enggan membahas pembagian jatah menteri kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebelum Pilpres 2019 rampung.

Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan menilai pembicaraan kursi menteri apabila Prabowo-Sandiaga memenangi Pilpres 2019 masih terlalu dini.

"Masih prematur. Demokrat taat betul dalam tertib berkompetisi karena itu pasti kami tidak akan bicara itu sebelum pertandingan ini selesai," ujar Hinca ditemui di Jakarta, Rabu (3/4/2019).

Dia mengatakan, saat ini Demokrat lebih memilih untuk fokus bekerja menggalang suara dalam pileg dan pilpres yang akan berlangsung pada 17 April mendatang.

"Sampai tanggal 17 April, enggak ada pikiran lain selain mencari suara," katanya.

Sebelumnya, Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo mengaku telah ada kesepakatan dengan PAN dan PKS soal komposisi menteri kabinet kalau memenangkan Pilpres 2019.

Sementara itu, menyinggung jatah kursi menteri untuk Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, Hashim mengaku belum bisa memastikan.

Kecuali untuk PKS dan PAN, jatah kursi untuk parpol koalisi lain termasuk Demokrat hingga saat ini belum mencapai kesepakatan.

"Demokrat belum definitif, AHY masih dipertimbangkan [untuk jadi menteri]," ujar Hashim.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online