Salah Satu Wanita Paling Sugih di Rusia Tewas akibat Kecelakaan Pesawat

Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani Senin, 01 April 2019 16:27 WIB
Salah Satu Wanita Paling Sugih di Rusia Tewas akibat Kecelakaan Pesawat

Natalia Fileva/Twitter

Harianjogja.com, JOGJA  – Salah satu wanita terkaya di Rusia tewas dalam kecelakaan pesawat di Jerman, Minggu (31/3/2019) waktu setempat.

Natalia Fileva, 55, pemilik maskapai penerbangan terbesar di negara tersebut, meninggal setelah jet pribadi yang ditumpanginya jatuh di Frankfurt. Fileva adalah Chairman dan pemegang saham utama S7 Airlines.

Maskapai penerbangan tersebut memulai pertumbuhannya pada 1990-an dan merupakan maskapai penerbangan terbesar kedua di Rusia setelah Aeroflot.

“Perkara soal tragedi itu belum diketahui,” terang pihak S7 Airlines dalam pernyataannya, seperti dikutip Bloomberg, Senin (1/4/2019).

Berdasarkan perhitungan Bloomberg Billionaires Index, kekayaan Fileva ditaksir bernilai setidaknya US$670 juta. Fileva menjalankan S7 dengan suaminya Vladislav Filev.

Maskapai ini berganti nama dari Siberia Airlines dan mengecat armada pesawatnya menjadi hijau pascakecelakaan pesawat yang disebabkan oleh serangan teror pada 2004.

Ambisi yang dimiliki Fileva jauh lebih besar dibandingkan sekadar bisnis perjalanan udara. Pada 2016, S7 sepakat untuk mengakuisisi platform Sea Launch untuk bersaing dengan SpaceX milik Elon Musk dalam meluncurkan satelit. Kesepakatan tersebut berhasil dicetak tahun lalu.

Menurut keterangan S7, pesawat Epic LT, jet bisnis pribadi yang dijalankan oleh S7, yang membawa Fileva tiba-tiba jatuh saat mendekati bandara di Egelsbach, barat daya Frankfurt.

Tiga orang tewas dilaporkan tewas ketika pesawat itu menghantam ladang asparagus dan terbakar. Menurut surat kabar Jerman Frankfurter Rundschau, pesawat itu terbang dari Cannes, Prancis, dengan dua penumpang dan seorang pilot.

Sekitar delapan menit sebelum jatuh, pilot pesawat lepas kontak dengan pihak kendali lalu lintas udara Jerman dan memulai pendekatan final visual, seperti dikabarkan surat kabar itu.

Juru bicara pemerintah setempat menuturkan pesawat itu hampir hancur total dalam insiden tersebut. Saat ini pihak otoritas insiden udara federal Jerman tengah memeriksakan reruntuhannya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online