Ini Penyebab Dahsyatnya Banjir Sentani…

Newswire
Newswire Senin, 01 April 2019 11:17 WIB
Ini Penyebab Dahsyatnya Banjir Sentani…

Ilustrasi seorang petugas menerjang air yang menggenangi kompleks SMPN 3 Saptosari, Rabu (20/3/2019)./Harian Jogja-Rahmat Jiwandono

Harianjogja.com, SENTANI – Balai Wilayah Sungai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengeluarkan salah satu analisis penyebab banjir bandang Sentani yang menelan 112 korban jiwa. Dilaporkan telah terjadi alih fungsi lahan yang membuat daya serap air di sungai tidak mampu menampung.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, air dari hulu atau Gunung Cycloops seharusnya mengalir ke salah satu sungai seperti Dobokurung dan terus ke hilir. Akan tetapi saat terjadi bandang, air dari pengunungan justru meluap ke permukiman warga karena ternyata terjadi perubahan lanskap.

"Tempat berdiri kita sekarang dulu bukit yang memanjang sampai ke hilir sehingga dia bisa menahan aliran sungai. Nah, pada saat dibangun perumahan, ini menurut informasi bukitnya diratakan. Jadi begitu ada banjir yang besar, dia meluap," ujar Basuki di kawasan Doyo Baru, Sungai Dobokurung, Sentani, Papua, Senin (1/4/2019).

Ia mengatakan, banjir bandang di Jayapura memang kerap terjadi sekira lima atau enam tahun. Namun, banjir bandang tahun ini menjadi yang terbesar karena menimbulkan korban jiwa yang sangat banyak.

"Kami akan coba buatkan analisis, karena selain perumahan di hulu yang memakan korban banyak, di hilir masih ada permukiman padat. Jadi, kami akan amankan juga," tutur Basuki.

Berikut ini data sementara kerusakan fisik akibat banjir bandang Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. Antara lain, 2.287 rumah rusak, 59 sekolah, lima jembatan, dua gereja, tiga kantor pemerintahan, 104 ruko rusak berat, satu pasar rusak berat dan satu puskesmas rusak berat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Okezone.com

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online