Pabrik BYD di Indonesia Segera Diresmikan, M6 Sudah Dirakit Lokal
BYD akan meresmikan pabrik di Indonesia dalam 1-2 bulan. M6 EV, M6 DM, dan Atto 1 kini sudah diproduksi secara lokal.
AKP Sulman Aziz (kiri) didampingi Direktur LBH Lokataru Haris Azhar memberikan keterangan pers di Jakarta, Minggu (31/3/2019)./Suara.com
Harianjogja.com, JAKARTA—Mantan Kapolsek Pasirwangi, Garut, Jawa Barat, AKP Sulman Aziz, mengaku diminta memenangkan pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02 Joko Widodo-Ma’ruf Amin.
“Ada ancaman kalau paslon nomor urut 01 kalah di wilayah masing-masing, kapolsek akan dimutasikan,” ujar Sulman di Kantor LBH Lokataru, Jakarta Timur, Minggu (31/3/2019).
Menurut dia, arahan itu disampaikan oleh Kapolres Garut di forum saat rapat di Polres Garut, sebelum 25 Februari. Sulman kemudian dimutasi ke Polda Jawa Barat karena dianggap mendukung calon presiden nomor urut 01 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Namun, Sulman tak mengetahui apakah arahan itu berasal dari atasan yang lebih tinggi atau tidak
Sulman mengaku hanya menjalankan tugas sebagai kapolsek untuk memastikan deklarasi Prabowo-Sandi pada 25 Februari 2019 di wilayah Kecamatan Pasirwangi, Jawa Barat, berjalan sesuai ketentuan. Namun, kata Salman, dia malah dianggap tidak netral
“Saya dimutasikan dari Kapolsek [Pasirwangi] ke Polda Jawa Barat dikarenakan saya berfoto dengan seorang tokoh agama NU Kecamatan Pasirwangi. Kebetulan sebagai Ketua Panitia Deklarasi Prabowo - Sandi yang dilaksanakan pada tanggal 25 Februari 2019,” ujar dia.
Ia telah memberikan laporan berupa foto bersama tokoh agama setempat sebagai bentuk laporan kepada Kapolres Garut. Tujuannya untuk memberitahu dirinya sudah berkoordinasi dengan panita acara tersebut. Sulman saat ini telah dimutasi sebagai Kanit Seksi Pelanggaran Subdit Dakum Direktorat Jawa Barat.
“Saya juga dianggap tidak melakukan penggembosan terhadap massa yang akan mengikuti deklarasi [Prabowo – Sandiaga] tersebut,” ujar dia.
Sulman mengaku difitnah memobilisasi sembilan kepala desa ke Polsek Pasirwangi untuk memberikan dukungan kepada Prabowo-Sandi. Padahal, menurut Salman, sembilan kepala desa tersebut diperiksa Polda Jawa Barat terkait dengan dana bantuan provinsi, dana desa dan dana bantuan sosial.
“Tetapi situasi ini di balik, seolah-olah saya mengumpulkan kepala desa untuk memberikan dukungan kepada [pasangan capres dan cawapres] nomor urut 02,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
BYD akan meresmikan pabrik di Indonesia dalam 1-2 bulan. M6 EV, M6 DM, dan Atto 1 kini sudah diproduksi secara lokal.
Bank Sampah Berlian 08 di Jogja memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan bakar pirolisis sampah plastik residu sehingga proses lebih cepat dan hemat.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M