Tim Penyidik KPK Panggil Mantan Ketua KONI
Mantan Ketua KONI pusat Tono Suratman dipanggil tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (21/1/2020).
Ketua KPK Agus Rahardjo mengacungkan jempol seusai menyampaikan keterangan pers mengenai penyidikan perkara korupsi infrastruktur, di gedung KPK, Jakarta, Senin (17/12/18)./Antara-Hafidz Mubarak A
Harianjogja.com, JAKARTA - Tim Satgas KPK menggelar operasi tangkap tangan pada Rabu (27/3/2019). Anggota DPR diduga diciduk.
"Benar, ada giat (operasi tangkap tangan) KPK di Jakarta, belum aman, tunggu konferenai pers besok saja," kata Ketua KPK Agus Rahardjo saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (27/3/2019).
Namun, Agus belum membeberkan lebih jauh siapa orang yang terjaring tersebut. Informasi yang dihimpun, diduga dalam operasi senyap tersebut terjaring seorang anggota DPR Komisi VI Fraksi Golkar inisial BS.
Komisi VI DPR bertugas membidangi perdagangan, perindustrian, investasi, Koperasi, UKM dan BUMN serta standarisasi nasional.
Terpisah, anggota DPR Fraksi Golkar Sarmuji mengaku belum mengetahui informasi soal anggota DPR yang berasal sama dari partai beringin itu.
"Enggak tahu sama sekali," ujarnya melalui pesan singkat kepada wartawan, Rabu (27/3/2019).
Lembaga antikorupsi memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum yang diamankan tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Mantan Ketua KONI pusat Tono Suratman dipanggil tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (21/1/2020).
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.