Duh! Meski Belum Mapan, Rerata Gen Z Utang Pinjol Rp5,1 Juta
Jargon menggenjot inklusi keuangan sepertinya perlu ditinjau ulang, seiring maraknya fenomena masyarakat yang memanfaatkan kemudahan akses pinjol.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto/JIBI/BISNIS/Muhammad Ridwan
Harianjogja.com, JAKARTA--Sejumlah partai politik bersaing ketat. PDI Perjuangan (PDIP) sebagai partai terfavorit berharap agar koalisinya yakni Golkar dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mampu mengalahkan Gerindra yang masih berada di urutan nomor dua.
Berdasarkan berbagai survei yang dirilis, PDIP masih menempati posisi pemenang Pileg 2019, disusul Gerindra, dan Golkar di urutan ke-3. Sedangkan, PKB masih bersaing memperebutkan posisi ke-4 dengan Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
"PDIP sangat berkepentingan pemerintahan Jokowi-KH Ma\'ruf Amin kuat, efektif dan solid. Karena itulah dalam rangka penguatan sistem presidensial, gambaran ideal terjadi apabila Golkar bisa menduduki posisi ke-2, mengalahkan Gerindra, dan PKB ke-3," ungkap Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dalam keterangan resminya, Kamis (21/3/2019).
Menurut Hasto, Golkar dan PKB sebagai sesama parpol KIK memiliki peluang besar untuk menekan Gerindra, sebab dua partai tersebut memiliki basis massa kultural dan tradisional yang kuat.
"Momentum Gerindra untuk turun drastis terbuka lebar karena mengandalkan efek ekor jas, tanpa dukungan kekuatan teritorial. Dengan demikian kaki-kaki Gerindra bisa diminimkan kerjanya di lapangan," tambahnya.
Terlebih, Hasto menyebut PDIP tak akan berpuas diri, dengan terus meminta seluruh simpatisan, anggota, dan kader berjuang semakin militan, meski survei menempatkan PDIP dengan elektoral tertinggi antara 24.6% sampai 29.2%, dan terakhir survei Litbang Kompas 26.9%.
Hasto berharap suara simpatisan parpol KIK akan mampu ikut mendongkrak elektabilitas capres-cawapres besutannya, Joko Widodo - Ma\'ruf Amin.
"Elektoral PDIP yang tinggi akan jadi daya dorong maksimum bagi Jokowi-KH Ma\'ruf Amin. Terlebih, kami bersama Parpol KIK lainnya seperti Golkar, PKB, PPP dan lain-lain, memiliki basis kultural dan tradisional yang kuat," tambah Hasto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Jargon menggenjot inklusi keuangan sepertinya perlu ditinjau ulang, seiring maraknya fenomena masyarakat yang memanfaatkan kemudahan akses pinjol.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.