Gempa M 5,7 Guncang Jepang Tengah, Lebih dari 20 Orang Terluka
Gempa magnitudo 5,7 mengguncang Jepang tengah pada Minggu dini hari. Lebih dari 20 orang terluka, tetapi tidak ada peringatan tsunami.
Cawapres nomor urut 01 Ma\'ruf Amin memaparkan visi dan misi saat mengikuti Debat Capres Putaran Ketiga di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3/2019)./Antara-Wahyu Putro A
Harianjogja.com, JAKARTA--Sebuah video yang diduga ada cawapres Ma\'ruf Amin mendadak viral di media sosial lantaran diduga bernuansa kampanye hitam.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @_kritikpolitik_ itu, tampak seorang ulama yang tengah memberikan ceramahnya di hadapan Ma\'ruf Amin serta pendukung. Diduga, isi dalam ceramah tersebut merupakan bentuk kampanye hitam.
Dalam ceramahnya, sang ulama yang belum diketahui identitasnya berkata, jika Ma\'ruf Amin yang merupakan wakil dari Capres Petahana Joko Widodo kalah maka, Nahdlatul Ulama (NU) serta pesantren hanya tinggal fosil alias punah.
"Sesuatu yang bid\'ah, yang musyrik, yang kafir dan sebagainya, dan mereka ini akan membuat sebuah kekuatan. Dan apabila terjadi maka akan menjadikan Islam mainstream seperti NU ini, seperti pesantren ini hanya akan menjadi fosil di masa depan," kata pria dalam video tersebut, seperti dikutip Suara.com, Rabu (20/3/2019).
"Jangan berpikir masih ada tahlil, jangan berpikir masih ada zikir di Istana, jangan berpikir masih ada hari santri apabila Kiai Ma\'ruf ini kalah," katany
Selanjutnya ia mengajak para pendukung untuk mencegah tudingannya tersebut agar tidak terjadi dengan memilih Jokowi-Maruf dalam Pilpres 2019.
"Jawabnya hanya satu kalau semuanya ingin satu, semua kita ajak untuk memenangkan Kiai Ma\'ruf Amin," ucapnya.
Sebelumnya video bernuansa kampanye hitam juga sempat viral. Dalam video tersebut terdapat tiga emak-emak di Karawang, Jawa Barat yang menyebut tidak akan ada lagi adzan, tidak lagi ada yang pakai kerudung, dan nikah sejenis.
Tiga emak-emak yang berada dalam video tersebut selanjutnya diproses hukum lantaran pernyataannya yang menuding capres dan cawapres Jokowi - Maruf.
Dalam video itu, terlihat dua orang wanita yang tengah berbicara kepada salah seorang penghuni rumah dalam bahasa Sunda. Diduga, hal itu untuk memengaruhi warga agar tidak memilih Jokowi pada Pilpres mendatang.
"Moal aya deui sora azan, moal aya deui nu make tiyung. Awewe jeung awewe meunang kawin, lalaki jeung lalaki meunang kawin [Tidak ada lagi suara azan, tidak ada lagi yang make kerudung. Perempuan sama perempuan boleh menikah, laki-laki sama laki-laki boleh menikah]," kata wanita dalam video tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Gempa magnitudo 5,7 mengguncang Jepang tengah pada Minggu dini hari. Lebih dari 20 orang terluka, tetapi tidak ada peringatan tsunami.
JJLS Gunungkidul-Bantul ditargetkan dibuka untuk umum pada 2027. Kelok 23 akan dilengkapi rest area, gardu pandang, dan patung ikonik.
Ketua DPD PSI Kota Jogja, Heri Nugroho, menyesalkan penurunan foto Wapres Gibran di Ruang Banggar DPRD DIY dan meminta aparat menindaklanjuti.
Mentan Andi Amran Sulaiman memastikan stok beras nasional aman. Bulog mencatat cadangan 4,5 juta ton dan serapan gabah lebih dari 4,4 juta ton.
Sejumlah tokoh nasional dan pimpinan ormas menyampaikan lima tuntutan dalam Aksi Rakyat Bela Indonesia di Jakarta, Minggu (8/11/2026).
Dishub DIY mengembangkan Sigap Aset untuk memantau perlengkapan jalan. Data 2026 mencatat kekurangan 27.590 unit dari total kebutuhan.