Jadwal Terbaru KRL Solo ke Jogja 17 Agustus, Lengkap Palur hingga Tugu
Simak jadwal KRL Jogja-Solo terbaru dari Palur hingga Stasiun Yogyakarta, lengkap dengan waktu keberangkatan setiap stasiun.
Ilustrasi Miras (JIBI)
Harianjogja.com, JOGJA—Petugas kepolisian bertekad akan terus melakukan razia miras pasca adanya korban tewas akibat menenggak miras oplosan. Koordinasi lintas Polres akan dilakukan untuk mempersempit ruang gerak peredaran miras mematikan ini.
Kapolsek Pakualaman, Kompol Herman Pratikto mengungkapkan, selain K dan AP, masih ada HKS, 46 tahun warga Purwokinanti yang juga meninggal dunia akibat menenggak miras. Sepengetahuan dirinya, selama ini tidak ada lagi penjual miras di wilayah Pakualaman, paska adanya penjual miras yang sempat ditindak pidana ringan oleh aparat kepolisian.
Dengan adanya kasus kematian tiga warga Purwokinanti itu, ia langsung meminta Bhabinkamtibmas ikut bergerak mencari info sebanyak-banyaknya kepada masyarakat. Meskipun, saat ini kasus ditangani bersama Polresta Jogja.
"Kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengetahui siapa penjualnya dan menindaklanjuti. Supaya kejadian ini tidak terulang," ujarnya, Senin (18/3/2019).
Kapolresta Jogja, Kombes Pol Armaini mengungkapkan, akan mengusut siapa penjual miras oplosan yang beredar di Kota Jogja hingga menyebabkan lima orang warga Kota Jogja meninggal dunia, dalam waktu sepekan. Razia miras juga akan semakin digencarkan.
"Meskipun sebetulnya kami sudah gencar razia. Dalam tiga bulan terakhir saja, ada sembilan penjual miras kami tangkap dan dibawa ke Pengadilan, ada yang dikenakan denda dan kurungan, karena itu kan pidana ringan," ucapnya.
Polresta akan berkoordinasi dengan Polres lain di wilayah DIY dan sekitarnya, untuk mencari penjual miras ilegal. Karena menurut dia, terkadang miras juga didapatkan dari luar Kota Jogja.
"Kadang miras dapat dari luar Kota Jogja, tetapi minumnya di sini [kota], begitu juga sebaliknya. Makanya perlu kerjasama," kata Armaini.
Hingga saat ini, Polresta masih mengumpulkan alat bukti untuk menyimpulkan penyebab pasti dari meninggalnya enam warga [5 warga Kota Jogja, 1 warga Bantul]. Keterangan juga dikumpulkan dari teman dan keluarga korban.
"Kebetulan dua kelompok baik Tegalrejo dan Pakualaman meninggal usai minum miras. Cari dulu dari teman yang juga minum dan keluarganya, sakitnya apa sebelum meninggal," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak jadwal KRL Jogja-Solo terbaru dari Palur hingga Stasiun Yogyakarta, lengkap dengan waktu keberangkatan setiap stasiun.
Michele Pirro mendukung Marc Marquez menjadi juara MotoGP 2026 karena Ducati tak ingin nomor 1 berpindah ke KTM musim depan.
Studi JAMA mengungkap pekerja bergaji rendah memiliki risiko kematian 38 persen lebih tinggi dibanding pekerja dengan upah lebih baik.
Apple akan mengubah aturan ATT di iPhone dan iPad setelah regulator Jerman menilai kebijakan tersebut berpotensi merugikan aplikasi pihak ketiga.
Ibu hamil boleh naik pesawat, tetapi ada syarat dan risiko yang perlu diperhatikan. Simak waktu terbaik dan tips aman terbang saat hamil.
Foto terhapus permanen di HP Android atau iPhone masih bisa dipulihkan. Simak 5 cara mengembalikan foto hilang dengan mudah dan aman.