Jokowi Bantah Kartu Pra Kerja Akan Dipakai untuk Gaji Pengangguran

Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria Minggu, 10 Maret 2019 21:43 WIB
Jokowi Bantah Kartu Pra Kerja Akan Dipakai untuk Gaji Pengangguran

Presiden Joko Widodo menyalami aparatur sipil negara (ASN) sebelum meresmikan jalan tol Trans Sumatra ruas Bakauheni-Terbanggi Besar di Gerbang Tol Natar, Lampung Selatan, Lampung, Jumat (8/3/2019)./Antara-Wahyu Putro A

Harianjogja.com, JAKARTA - Joko Widodo (Jokowi) kembali mempromosikan salah satu kartu yang bakal ia keluarkan jika kembali terpilih menjadi Presiden indonesia, yakni Kartu Pra Kerja. Namun, Jokowi menegaskan program ini tidak dibuat untuk menggaji pengangguran sebagaimana ramai dibincangkan publik.

"Bukan untuk memberi gaji kepada yang menganggur, bukan, isu itu harus bisa kita jawab," kata Jokowi saat berpidato di Festival Satu Indonesia di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (10/3/2019).

Jokowi mengatakan kartu ini dibuat sebagai investasi pemerintah terhadap anak-anak muda Indonesia supaya bisa memperoleh peluang saat masuk ke dunia industri dan bisnis.

Dengan memegang kartu ini, Jokowi menyebutkan para lulusan sekolah menengah atas kejuruan, akademi, dan perguruan tinggi yang akan masuk dunia kerja akan melewati pelatihan terlebih dahulu.

"Akan diadakan pelatihan atau training terlebih dahulu, vocational training," papar Jokowi.

Ia mengatakan pelatihan itu bisa bertempat di dalam maupun luar negeri. Lebih lanjut, Jokowi menjelaskan bahwa para peserta pelatihan vokasi ini nantinya memang bakal menerima insentif. Namun, insentif yang tak disebut besarannya itu hanya akan diberikan untuk kurun waktu tertentu, yakni 6 bulan sampai satu tahun.

"Ini hanya untuk pemacu agar mereka bisa segera mendapatkan kerja. Jadi bukan memberi gaji bagi yang menganggur," tutupnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online