Pidato Politik AHY: Pemenang Pilpres 2019 Disarankan Ikuti Program SBY

Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova Jum'at, 01 Maret 2019 22:23 WIB
Pidato Politik AHY: Pemenang Pilpres 2019 Disarankan Ikuti Program SBY

Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)menyampaikan pidato politik Partai Demokrat di Jakarta, Jumat (1/3/2019)/Bisnis-Denis Riantiza M

Harianjogja.com, JAKARTA - Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan pidato politik Partai Demokrat di Djakarta Theater, Jumat (1/3/2019) malam. AHY menyarankan pemanang Pilpres 2019 yang akan memimpin Indonesia hingga 2024 nanti mengikuti program-program yang dijalankan ayahnya, Presiden Keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

AHY menggantikan Ketua Umum Partai Demokrat SBY menyampaikan pidato berjudul Rekomendasi Partai Demokrat untuk Presiden Indonesia Mendatang.

AHY menyarankan agar presiden mendatang bisa melanjutkan program-program era SBY yang dinilai pro rakyat untuk membantu masyarakat miskin dan kurang mampu. Program-program pro rakyat SBY yang dia maksud, meliputi Program Keluarga Harapan (PKH), Raskin, Bantuan Langsung Sementara Masyarakat, BOJS, Dana BOS, Bidik Misi, LPDP, Beasiswa Santri, KUR dan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM), serta penyaluran subsidi secara tepat sasaran, seperti subsidi BBM, listrik, dan pupuk.

"Dengan segala kerendahan hati, Partai Demokrat menyarankan program-program pro rakyat era SBY dapat dilanjutkan dan ditingkatkan, apapun namanya," kata AHY.

Dalam pidatonya, AHY menyoroti sejumlah hal. Salah satunya mengenai daya beli masyarakat dan lapangan kerja.

"Selama dua  tahun terakhir ini, Ketua Umum Partai Demokrat dan jajarannya, termasuk saya selaku Komandan Kogasma, aktif berkeliling nusantara, untuk menyerap aspirasi masyarakat. Beberapa persoalan utama, yang sering disampaikan kepada kami antara lain, pertama, soal melemahnya daya beli masyarakat, baik di Pulau Jawa maupun di luar Jawa, perkotaan maupun di pedesaan."

Menurutnya, hal tersebut terjadi karena menurunnya penghasilan dan sulitnya mendapatkan pekerjaan.

Dia juga menyoroti masyarakat yang gelisah tidak bisa memperoleh pekerjaan yang layak sesuai kompetensinya serta mereka yang sudah bekerja, khawatir akan kehilangan pekerjaannya akibat melemahnya ekonomi nasional.

"Merespons persoalan tadi, dia Demokrat merekomendasikan kepada presiden mendatang agar memacu laju pertumbuhan ekonomi nasional hingga mencapai angka 6% atau lebih, serta menciptakan iklim dunia usaha yang kondusif, diantaranya dengan cara melonggarkan pajak," katanya.

Dunia usaha yang maju, kata dia, akan menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak lagi serta mampu meningkatkan upah dan kesejahteraan buruh.

"Selain itu, daya beli masyarakat juga harus kita perkuat melalui peningkatan gaji pegawai, termasuk guru, TNI dan Polri serta pensiunan."

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online