Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Peserta Kirab Kebangsaan Berjuta Warna Satu Jiwa Indonesia di kawasan flyover Manahan, Solo, Sabtu (23/2/2019), dalam rangkaian Haul ke-9 Gus Dur./JIBI-Solopos-M. Ferri Setiawan
Harianjogja.com, SOLO — Sebanyak 101.000 orang dan berbagai tokoh agama menyatakan sikap dalam deklarasi damai dalam rangkaian Haul Ke-9 Gus Dur yang dipusatkan di Solo, Sabtu (23/2/2019).
Ketua Umum Haul Ke-9 Gus Dur, Husein Syifa, saat ditemui Jaringan Informasi Bisnis Indonesia di kawasan Stadion Sriwedari Jumat (23/2/2019) mengatakan seluruh peserta berikrar dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
“Kami akan selalu berusaha untuk menjadi manusia yang bertakwa kepada Allah. Lantas, memegang teguh kesepakatan luhur hidup berbangsa dan bernegara yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya.
Husein menambahkan seluruh peserta peringatan haul akan mengedepankan rasa luhur, kedamaian, dan kerukunan antar sesama dalam Pemilu 2019. Dia menegaskan rasa mengutamakan akhlak karimah dan budi pekerti luhur di manapun berada.
Sementara itu, seluruh peserta harus aktif meningkatkan kecakapan diri untuk hidup bermartabat dalam kemajuan zaman serta mampu menjadi penggerak bagi kemajuan masyarakat dengan sendi nilai luhur bangsa Indonesia. Peserta juga bersikap untuk selalu menghormati pendiri bangsa, NKRI, dan selalu menghargai kerja keras pemerintah Indonesia yang selalu fokus pada rakyat, bangsa, dan negara.
Terakhir, dalam penyampaian sikap ia menegaskan untuk selalu menjaga harmoni keluarga, mendidik dan mengasuh anak-anak dengan tanggung jawab untuk menjadi generasi penerus yang berkualitas bagi bangsa dan negara.
Putri Gus Dur, Yenny Wahid, mengatakan siapa pun masyarakat yang merasa dekat dengan Gus Dur untuk selalu mencerminkan nilai-nilai yang selalu diajarkan Gus Dur. Nilai itu seperti tidak memberikan ruang kepada kelompok intoleran dan selalu berjuang dengan nilai ke-Bhinnekaan, Islam yang ramah untuk selalu menjaga kaum yang lemah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Barang berbahaya terbakar di NPCT1 Tanjung Priok. Api padam dalam 59 menit, tidak ada korban dan penyebab masih diinvestigasi.
Pembangunan TPR Tepus Gunungkidul mulai berjalan dengan kontrak Rp728,1 juta. Sementara TPR JJLS masih menggunakan bangunan lama.
Kortastipidkor Polri menggeledah kantor dan rujab Bupati Gowa terkait dugaan pemerasan, pungli, gratifikasi PBG 2025-2026 dan TPPU.
Status Gunung Anak Krakatau turun dari Siaga ke Waspada setelah aktivitas menurun. Radius 2 km dari pusat aktivitas masih terlarang.
BMKG memprediksi musim hujan 2026/2027 datang lebih lambat di 529 ZOM akibat El Nino sangat kuat yang bertahan hingga awal 2027.