Nglanggeran Gunungkidul Diusulkan Jadi Acuan Desa Wisata Indonesia
Nglanggeran didorong menjadi model desa wisata nasional setelah meraih Best Tourism Village Award 2021 dari UN Tourism.
Ilustrasi Satpol PP./JIBI
Harianjogja.com, MADIUN--Petugas Satpol PP Kota Madiun menciduk enam anak jalanan di tugu batas kota Madiun di wilayah Gading, Senin (18/2/2019) siang. Dari enam anak jalanan tersebut, satu di antaranya merupakan pengamen jalanan bernama Novi, 19. Namun siapa sangka pemudi itu memiliki penghasilan cukup besar bahkan bisa mencapai Rp9 juta per bulan.
Novi berpenampilan mirip seorang lak-laki. Rambutnya pendek dengan memakai topi. Pakaian yang dikenakan pun kumal seperti anak jalanan pada umumnya. Warga Tambakbayan, Kabupaten Ponorogo itu menceritakan, selama ini bekerja sebagai pengamen di bus-bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang melewati Madiun.
Penghasilan per harinya bisa mencapai Rp300.000. Bahkan kalau pada saat hari ramai seperti liburan bisa mencapai Rp350.000 per hari.
"Penghasilan saya tidak tentu. Kadang ngamen dapat Rp300.000. Kalau sepi ya dapat Rp200.000. Ya kalau sebulan Rp9 juta ya ada," jelasnya di Kantor Satpol PP Kota Madiun.
Dari hasil mengamen, Novi sanggup membeli sepeda motor matik tunai seharga Rp19 juta. Selain itu, hasil mengamen memang digunakan Novi untuk membiayai pendidikan kedua adiknya yang kini tinggal bersama neneknya di Ponorogo.
Perempuan lulusan MTs di Ponorogo mengatakan, dirinya sengaja tidak melanjutkan sekolah ke tingkat SLTA karena persoalan ekonomi. Saat itu, orang tuanya bercerai. Padahal masih ada dua adiknya yang membutuhkan biaya untuk hidup dan sekolah.
Kemudian, setelah lulus MTs, Novi merantau ke Surabaya bekerja sebagai pembantu. Namun, gajinya terlalu kecil dan tidak bisa untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Akhirnya, ia pun memutuskan mengamen di jalanan. "Saya kerjanya sehari full. Mulai jam 7 pagi sampai jam 10 malam," ujar dia.
Novi hanya pulang tiga kali dalam sebulan. Biasanya satu kali pulang, ia membawa uang untuk adik-adiknya senilai Rp1 juta. Uang itu untuk memenuhi kebutuhan hidup dan pendidikan adiknya yang kini sudah sekolah SMK dan SMP.
Selama di Madiun, Novi tidak memiliki tempat tinggal. Biasanya, ia tidur di Terminal Madiun maupun di tugu batas kota. "Saya setiap hari mandi. Biasanya mandi di kamar mandi umum," ujar dia. Untuk menyimpan uang hasil mengamen, Novi menitipkannya ke pemilik warung yang sudah dipercaya.
Kepala Satpol PP Kota Madiun Sunardi Nurcahyono, mengatakan keenam anak jalanan yang telah ditangkap petugas akan didata dan diserahkan kepada orang tuanya. Untuk anak jalanan yang berasal dari luar kota, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah lintas daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Nglanggeran didorong menjadi model desa wisata nasional setelah meraih Best Tourism Village Award 2021 dari UN Tourism.
Harga emas Pegadaian hari ini, 14 September 2026, untuk Antam, UBS, dan Galeri 24 lengkap dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.
Gempa M5,2 mengguncang tenggara Kabupaten Malang, Senin pagi. BMKG menyebut gempa berkedalaman 10 km dan tak berpotensi tsunami.
Jorge Martin gagal menang di MotoGP San Marino 2026 karena arm pump. Ia finis kelima dan pertimbangkan operasi setelah GP Austria.
Pro Ref mengakui VAR salah mengesahkan gol Haaland dalam kemenangan Man City atas MU 1-0 di Old Trafford.
Studi ungkap mobil listrik lebih rentan picu mabuk perjalanan. Simak penyebab dari pengereman regeneratif hingga layar besar dan cara mengatasinya.