Airlangga Targetkan Investasi Hilirisasi Rp3.800 Triliun dalam 4 Tahun
Pemerintah menargetkan investasi hilirisasi Rp3.800 triliun dalam empat tahun untuk 28 komoditas di delapan sektor.
Siswa mendaftar SNMPTN/Antara
Harianjogja.com, JOGJA - Masa pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2019 diperpanjang selama dua hari hingga Sabtu (16/2/2019) lantaran para laman pendaftaran sulit diakses. Pendaftar dianjutkan menghindari jam-jam sibuk yakni pukul 10.00 WIB-15.00 WIB agar bisa mengakses laman dengan lancar.
Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) sebelumnya menetapkan masa pendaftaran SNMPTN pada 4-14 Februari 2019. Namun, masa pendaftaran itu diperpanjang lantaran keluhan dari para calon peserta didik yang kesulitan mengakses lamam pendaftaran.
Ketua LTMPT, Ravik Karsidi, mengatakan perpanjangan waktu bertujuan memberikan kesempatan siswa untuk mendaftar.
“Pendaftaran kami perpanjang sampai Sabtu [16/2/2019] hingga pukul 22.00 WIB. Dengan adanya perpanjangan pendaftaran ini saya mengimbau agar kesempatan perpanjangan jadwal ini dimanfaatkan dengan baik oleh calon peserta didik, karena tidak akan ada perpanjangan lagi,” ujarnya saat dihubungi Jaringan Informasi Bisnis Indonesia melalui telepon, Kamis (14/2/2019).
Ravik menjelaskan proses pendaftaran SNMPTN 2019 itu khusus bagi siswa yang sudah memenuhi kriteria pemeringkatan LTMPT. Mereka bisa menggunakan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan password yang sama dengan sewaktu mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).
Pendaftar bisa mengakses laman www.snmptn.ac.id. Sementara untuk siswa yang hendak mendaftar pada program studi bidang seni dan olahraga, wajib menyertakan portofolio dan dokumen bukti keterampilan yang telah dilegalisasi kepala sekolah.
Menurut penelusuran Jaringan Informasi Bisnis Indonesia, situs SNMPTN susah diakses hingga muncul petisi online di laman https://www.change.org/p/ltmpt-mohon-benahi-web-snmptn. Petisi itu meminta masa pendaftaran SNMPTN yang dijadwalkan berlangsung dari 4-14 Februari untuk diperpanjang.
Ravik menanggapi petisi yang berisi keluhan calon peserta didik yang kesulitan mengakses laman http://www.snmptn.ac.id untuk mendaftar SNMPTN 2019. Persoalan tersebut terjadi lantaran adanya lonjakan jumlah pendaftar membeludak pada waktu bersamaan.
“Sampai hari ini dalam satu menit ada 36.000 orang yang akses secara bersamaan. Jadi banyak peserta yang tidak bisa mengakses laman. Banyak pendaftar yang mendaftar diakhir batas pendaftaran,” ujar Ravik.
Dia menyarankan siswa tidak mendaftar pada jam padat. “Dari data yang dimiliki LTMPT, biasanya para calon peserta SNMPTN mendaftar pada pukul 10.00 sampai pukul 15.00 WIB. Saya meminta agar para calon peserta tidak mendaftar pada jam padat tersebut,” ujarnya.
Koordinator Pelaksana Teknis LTMPT SNMPTN 2019, Budi Prasetyo, menyampaikan jumlah siswa yang eligible (layak) mendaftar SNMPTN tahun ini ada 613.860 siswa dan jumlah sekolah yang siswanya eligible bisa mendaftar di SNMPTN 2019 ada 14.744 sekolah.
“Jumlah siswa yang telah melakukan pendaftaran sebanyak 370.878 siswa. Sedangkan siswa yang sudah login tapi belum melakukan pendaftaran sebanyak 175.003. Siswa yang sudah mengisi biodata tetapi belum melakukan finalisasi sebanyak 83.099,” ujarnya melalui sambungan telepon.
Ravik mengatakan pada Rabu (13/2/2019) malam panitia sudah menambah server dan menaikkan bandwith.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Pemerintah menargetkan investasi hilirisasi Rp3.800 triliun dalam empat tahun untuk 28 komoditas di delapan sektor.
Pemkab Sleman menyerahkan Perbup batas wilayah kepada 17 lurah untuk memperkuat tertib administrasi, kepastian hukum, dan pembangunan daerah.
KPK mengungkap identitas delapan tersangka baru kasus dugaan korupsi proyek jalan Sumut, termasuk mantan Kepala BBPJN Sumut Stanley Cicero Haggard Tuapattinaja.
Pemkab Magelang mendorong TP PKK memperkuat kesehatan keluarga, pencegahan stunting, ekonomi rumah tangga, dan perlindungan anak.
Kontingen Indonesia bertolak ke Jepang untuk Asian Para Games 2026 dengan target 7 emas, 8 perak, dan 17 perunggu.
Rupiah hari ini, Selasa 13 Oktober 2026, diprediksi melemah ke kisaran Rp17.910–Rp17.960 per dolar AS akibat tekanan geopolitik dan kebijakan The Fed.