24 Truk Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Boyolali
Sebanyak 24 truk operasional Koperasi Desa Merah Putih tiba di Boyolali dan mulai dibagikan kepada pengurus KDMP.
Siswa mendaftar SNMPTN/Antara
Harianjogja.com, JOGJA - Masa pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2019 diperpanjang selama dua hari hingga Sabtu (16/2/2019) lantaran para laman pendaftaran sulit diakses. Pendaftar dianjutkan menghindari jam-jam sibuk yakni pukul 10.00 WIB-15.00 WIB agar bisa mengakses laman dengan lancar.
Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) sebelumnya menetapkan masa pendaftaran SNMPTN pada 4-14 Februari 2019. Namun, masa pendaftaran itu diperpanjang lantaran keluhan dari para calon peserta didik yang kesulitan mengakses lamam pendaftaran.
Ketua LTMPT, Ravik Karsidi, mengatakan perpanjangan waktu bertujuan memberikan kesempatan siswa untuk mendaftar.
“Pendaftaran kami perpanjang sampai Sabtu [16/2/2019] hingga pukul 22.00 WIB. Dengan adanya perpanjangan pendaftaran ini saya mengimbau agar kesempatan perpanjangan jadwal ini dimanfaatkan dengan baik oleh calon peserta didik, karena tidak akan ada perpanjangan lagi,” ujarnya saat dihubungi Jaringan Informasi Bisnis Indonesia melalui telepon, Kamis (14/2/2019).
Ravik menjelaskan proses pendaftaran SNMPTN 2019 itu khusus bagi siswa yang sudah memenuhi kriteria pemeringkatan LTMPT. Mereka bisa menggunakan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan password yang sama dengan sewaktu mengisi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).
Pendaftar bisa mengakses laman www.snmptn.ac.id. Sementara untuk siswa yang hendak mendaftar pada program studi bidang seni dan olahraga, wajib menyertakan portofolio dan dokumen bukti keterampilan yang telah dilegalisasi kepala sekolah.
Menurut penelusuran Jaringan Informasi Bisnis Indonesia, situs SNMPTN susah diakses hingga muncul petisi online di laman https://www.change.org/p/ltmpt-mohon-benahi-web-snmptn. Petisi itu meminta masa pendaftaran SNMPTN yang dijadwalkan berlangsung dari 4-14 Februari untuk diperpanjang.
Ravik menanggapi petisi yang berisi keluhan calon peserta didik yang kesulitan mengakses laman http://www.snmptn.ac.id untuk mendaftar SNMPTN 2019. Persoalan tersebut terjadi lantaran adanya lonjakan jumlah pendaftar membeludak pada waktu bersamaan.
“Sampai hari ini dalam satu menit ada 36.000 orang yang akses secara bersamaan. Jadi banyak peserta yang tidak bisa mengakses laman. Banyak pendaftar yang mendaftar diakhir batas pendaftaran,” ujar Ravik.
Dia menyarankan siswa tidak mendaftar pada jam padat. “Dari data yang dimiliki LTMPT, biasanya para calon peserta SNMPTN mendaftar pada pukul 10.00 sampai pukul 15.00 WIB. Saya meminta agar para calon peserta tidak mendaftar pada jam padat tersebut,” ujarnya.
Koordinator Pelaksana Teknis LTMPT SNMPTN 2019, Budi Prasetyo, menyampaikan jumlah siswa yang eligible (layak) mendaftar SNMPTN tahun ini ada 613.860 siswa dan jumlah sekolah yang siswanya eligible bisa mendaftar di SNMPTN 2019 ada 14.744 sekolah.
“Jumlah siswa yang telah melakukan pendaftaran sebanyak 370.878 siswa. Sedangkan siswa yang sudah login tapi belum melakukan pendaftaran sebanyak 175.003. Siswa yang sudah mengisi biodata tetapi belum melakukan finalisasi sebanyak 83.099,” ujarnya melalui sambungan telepon.
Ravik mengatakan pada Rabu (13/2/2019) malam panitia sudah menambah server dan menaikkan bandwith.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Sebanyak 24 truk operasional Koperasi Desa Merah Putih tiba di Boyolali dan mulai dibagikan kepada pengurus KDMP.
Gregoria Mariska Tunjung resmi mundur dari Pelatnas PBSI karena alasan kesehatan, PBSI menghormati keputusan dan fokus pada pemulihan.
Megawati Hangestri resmi bergabung dengan Hillstate Korea Selatan dan dijadwalkan debut di KOVO Cup serta V-League 2026/2027.
PSIM Jogja incar 10 besar Super League 2025/2026, Van Gastel tetap turunkan skuad terbaik di dua laga sisa musim.
SMA Kolese De Britto bersama SMA Pangudi Luhur Yogyakarta sukses menghadirkan pementasan teater kolaboratif.
semangat Astra bahwa pemberdayaan perempuan tidak berhenti pada terbukanya kesempatan untuk berkembang, tetapi melalui kontribusi dan dampak nyata