Lonjakan Pemudik Lebaran Terlihat di Bandara YIA
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto (dua kiri) didampingi oleh Direskrimum Polda DIY, Kombes Pol. Hadi Utomo (kiri) saat melakukan jumpa pers kasus pelemparan batu di Polsek Mlati, Rabu (13/2/2019)./Harian Jogja-Hafit Yudi Suprobo
Harianjogja.com, SLEMAN—Tiga remaja klithih yang melemparkan batu ke mobil di sembilan lokasi di Sleman dibekuk tim Unit Reskrim Polsek Mlati. Mereka berbuat kriminal hanya karena ingin terkenal.
Ketiganya: D, R, dan S, diringkus pada Senin (11/2/2019) malam pukul 20.00 WIB di Mlati. Semuanya masih bau kencur. D baru berumur 16 tahun, R 16 tahun, sedangkan S, yang palinng tua, 18 tahun.
Setelah berulah, ketiganya mengunggah aksi mereka di medsos. D, R, dan S menenggak alkohol sebelum mencari sasaran, Tetapi, menurut Kabid Humas Polda DIY AKBP Yulianto, ketiganya tidak sampai mabuk berat.
“D dan R masih di bawah umur, sedangkan S sudah cukup umur sehingga ditahan,” kata Yulianto di Mapolsesk Mlati, Rabu (13/2/2019).
D putus sekolah, sedangkan S masih menempuh pendidikan di sebuah SMK di Sleman. R juga masih bersekolah, di sebuah SMP di Sleman. Ketiganya mengikuti salah satu grup Facebook yang sering mengunggah informasi atau laporan mengenai pelemparan batu dan pamer kejahatan di grup tersebut agar kondang.
Mereka bikin kisruh di sembilan lokasi, yakni lima di wilayah Mlati, dua di Godean, dua di Moyudan.
“Pada malam kejadian setelah melakukan aksi kejahatannya di lima TKP di wilayah Kecamatan Mlati, mereka bangga dengan meng-upload hasil kejahatannya di media sosial,” ujar Yuliyanto.
D, R, dan S akhirnya dibekuk setelah melemparkan batu ke arah mobil yang melintas di dekat Polsek Mlati. Kapolsek Mlati Kompol Yugi Bayu Hendarto mengatakan D, R, dan S beraksi pada Minggu (3/2/2019). Ketiganya berkumpul di Lapangan Tridadi, Sleman.
S yang paling tua dari ketiganya kemudian mengajak D dan R melintasi Jalan Gajah Mada Sendari, Mlati. D dan R berboncengan, sedangkan S naik motor sendiri di belakang mereka.
Saat melaju dari selatan ke utara di selatan Polsek Mlati, ketiga bocah ini berpapasan dengan pikap hitam bernomor polisi H yang disopiri Nur Khasan. R kemudian melemparkan batu ke arah pikap sehingga kaca mobil pecah. Sementara, S memantau situasi.
Kompol Yugi Bayu mengatakan ketiganya diringkus setelah korban melapor ke Polsek Mlati. Korban tidak terluka meski batu menembus kaca depan sisi kanan.
D, R, dan S berbuat kriminal karena masalah mental. D dan R melemparkan batu ke arah mobil karena ingin meluapkan emosi, sedangkan S terlibat dalam kekerasan jalanan tersebut karena ingin melampiaskan kegundahan lantaran ada permasalahan dengan temannya.
Direskrimum Polda DIY Kombes Pol. Hadi Utomo mengatakan kelakuan ketiga remaja itu tergolong aksi kriminal yang sangat serius, karena bisa mengakibatkan nyawa seseorang melayang.
“Kami menganggap aksi mereka sebagai kejahatan jalanan yang serius, perintah Kabareskrim jelas, yaitu apabila sudah melampaui batas dan mengakibatkan nyawa seseorang bisa hilang, kami tidak pernah menoleransi aksi kriminal tersebut,” kata Hadi Utomo.
Meski masih remaja, ketiganya dijerat pasal 170 KUHP yang mengatur hukuman untuk perilaku kekerasan terhadap orang atau barang dan pasal 406 KUHP yang mengatur tentang ancaman hukuman perusakan barang milik orang lain. Ketiganya bisa dipenjara maksimal dua tahun delapan bulan.
Polisi sudah menyita beberapa barang bukti, yaitu satu bongkahan batu, satu hoodie abu-abu, satu hoodie hitam, satu sepeda motor Honda Beat, satu sepeda motor Yamaha Mio, dan satu celana hitam.
“Kami mengimbau kepada guru-guru agar lebih mengawasi muridnya agar tidak melakukan aksi kriminal,” ujar Hadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel menargetkan kemenangan saat menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung Bantul.
Toyota mencatat permintaan Veloz Hybrid menembus 10 ribu unit di tengah kenaikan harga BBM dan meningkatnya minat mobil hemat bahan bakar.
Dua wisatawan asal Karawang ditemukan meninggal tertimbun longsor di jalur menuju Curug Cileat, Subang, Jawa Barat.
Manchester City menjuarai Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 lewat gol Antoine Semenyo di Stadion Wembley.
Kunjungan wisatawan di Malioboro Jogja meningkat selama long weekend Kenaikan Isa Almasih, terutama pada sore hingga malam hari.