Warga Aceh Barat Ini Bertaruh Nyawa Melewati Jembatan Tali untuk Menyeberangi Sungai

Newswire
Newswire Jum'at, 08 Februari 2019 04:57 WIB
Warga Aceh Barat Ini Bertaruh Nyawa Melewati Jembatan Tali untuk Menyeberangi Sungai

Ilustrasi para siswi asal Jelok, Beji, Patuk terpaksa menggunakan perahu untuk menyebrangi Sungai Oya untuk mengikuti UNBK, Senin (23/4/2018)./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo

Harianjogja.com, ACEH BARAT--Di balik pembangunan infrastruktur yang tengah gencar dilakukan oleh pemerintah, terdapat potret miris dari wilayah Sikundo, Aceh Barat yang masyarakatnya harus bergelantungan di atas jembatan tali.

Untuk mencapai tujuan mereka, masyarakat Desa Sikundo dan Jambak, Aceh Barat harus menyeberangi Sungai Meureubo yang memiliki arus kencang dan sedalam tiga meter dengan jembatan tali yang dibangun oleh warga sejak 1979.

Tak hanya orang dewasa yang harus menantang maut dengan menyebrangi sungai menggunakan jembatan tali, anak-anak yang ingin bersekolah pun melakukan hal yang sama.

Salah satu siswa Sekolah Dasar (SD) yang bernama Atika mengungkapkan bahwa dirinya kerap dilanda rasa takut setiap kali menyebrangi jembatan tali tersebut. Ia pun berharap pemerintah segera membangun jembatan yang layak untuk mereka.

“Kami tiap hari menyebrangi naik jembatan tali menuju ke sekolah kadang kami takut, takut jatuh. Kami harap pemerintah buat jembatan dan enak pergi sekolah," ujar Atika, Kamis (7/2/2019).

Hal senada juga diutarakan oleh Kepala Desa Jambak Kecamatan Pante Ceureumen Aceh Barat M. Abdul. Ia mengungkapkan harapan agar jalan dan jembatan yang layak bisa segera dinikmati warganya. "Kami sangat berharap pengaspalan jalan yang seperti orang lain, kami sejak kemerdekaan kenikmatan," kata M. Abdul.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Okezone.com

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online