Herbalife Gandeng Yayasan Cita Sehat Cegah Stunting di Gunungkidul
Herbalife dan Yayasan Cita Sehat meluncurkan program pencegahan stunting di Kedungkeris Gunungkidul yang menyasar 275 penerima manfaat.
Ilustrasi hoaks./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Bentrok kelompok pendukung calon presiden (capres) kembali pecah di DIY, Minggu (27/1/2019). Lebih dari lima orang luka-luka, satu di antara mereka masih kritis.
Ketua Tim Kampanye Nasional Pasangan Calon 01 Jokowi-Ma’ruf Amin Wilayah DIY Bambang Praswanto mengatakan bentrok terjadi setelah massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Yogyakarta menggelar acara Deklarasi Jogja Dukung Jokowi di Kompleks Stadion Mandala Krida, Minggu siang.
“Ada pengadangan massa setelah acara deklarasi. Pengadangan terjadi di sejumlah titik, dan itu menimbulkan bentrok. Kami tidak tahu itu kelompok korban. Kejadian ini kami sesalkan, kami ikut prihatin,” kata dia saat jumpa pers di Kantor DPD PDIP DIY, Senin (28/1/2019).
Menurut dia, kelompok pendukung Jokowi diadang di Ngampilan, Nitikan, Jogokariyan, Bantul, hingga Gejayan. Dia mengatakan sepuluh peserta deklarasi terluka terkena senjata tajam. Beberapa korban masih berusia anak-anak. Mereka sempat dirawat di sejumlah rumah sakit di Jogja, Sleman dan Bantul. Jumlah tersebut belum termasuk korban luka-luka akibat pukulan.
“Satu orang masih kritis. Saya tidak menduga muncul insiden itu setelah masyarakat menyampaikan dukungan kepada paslon nomor urut 01. Itu acara masyarakat bukan acara TKN, bukan acara PDIP, tetapi aliansi masyarakat,” ujar dia.
Menurut Bambang, insiden yang terjadi pada Minggu merupakan rentetan kejadian sebelumnya di Bantul. Pemicunya, kata Bambang, adanya hoaks tentang perusakan masjid-masjid, salah satunya Masjid Jogokariyan. Isu yang disebarkan tersebut sangat sensitif sehingga ada yang ingin mengadu domba masyarakat.
“Padahal isu itu tidak benar, hoaks. Ada provokasi entah dari kelompok mana, supaya terjadi geger di Jogja. Buat isu macem-macem supaya terjadi konflik horizontal, apalagi bawa isu agama,” kata Bambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Herbalife dan Yayasan Cita Sehat meluncurkan program pencegahan stunting di Kedungkeris Gunungkidul yang menyasar 275 penerima manfaat.
Vaksinasi rabies gratis di Sleman menyediakan 300 kuota pada 30 September 2026. Cek syarat, lokasi, jadwal, dan cara pendaftaran.
KRI Sriwijaya-100 resmi dikukuhkan Panglima TNI Agus Subiyanto setelah Merah Putih berkibar di atas kapal induk di Tanjung Priok.
Sebanyak 500 peserta dari 30 tim mengikuti lomba tarik lokomotif 84 ton di Balai Yasa Jogja dalam rangka HUT ke-81 KAI.
Timnas Indonesia dinilai punya keuntungan di FIFA ASEAN Cup 2026 karena bisa menurunkan skuad penuh dan berstatus tuan rumah.
Warga Padukuhan Karang, Tuksono, Kulonprogo, kembali memprotes tambang pasir Sungai Progo. CV BKS menyebut seluruh perizinan telah lengkap.