Mengenal Tiga Karakter Utama Anak Muda Indonesia di Era Digital
Simak tiga tipologi utama anak muda Indonesia di era digital hasil riset Alvara. Dari tipe Si Digital hingga Si Santuy, mana karakter Anda. Cek di sini.
UM alias VE, tersangka prostitusi online saat di Mapolres Magelang, Senin (28/1/2019)./Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, MAGELANG- Prostitusi online rupanya tidak hanya terjadi di kota besar. Kasus ini telah merambah ke daerah. Kekinian, kasus ini terjadi di wilayah Kabupaten Magelang. Satu orang muncikari berhasil ditangkap.
Tersangka berinisial UM alias VE, 32, warga Tidar Utara Kecamatan Magelang Selatan Kota Magelang. Ia ditangkap karena diduga menjadi perantara praktek prostitusi untuk korban AMW, 25 terhadap seorang pria hidung belang berinisial BD warga Tempuran Kabupaten Magelang.
Kapolres Magelang, Yudhianto Adi Nugrono menjelaskan terbongkarnya kasus ini berawal dari laporan masyarakat. Aparatnya langsung bergerak setelah mendapat informasi ada transaksi di sebuah hotel di Mertoyudan Magelang pada Jumat (25/1/2019).
"Benar, saat kami datangi, korban baru saja melakukan persetubuhan di salah satu kamar hotel," kata Yudhianto, dalam konferensi pers di Mapolres Magelang, Senin (28/1/2019).
Dari ponsel korban, petugas berhasil menemukan bukti percakapan transaksi penawaran praktek prostitusi tersebut. Hanya berselang setengah jam kemudian, sang muncikari berhasil ditangkap.
Ia menjelaskan modus yang dilakukan oleh UM yakni menawarkan perempuan pada pria hidung belang yang mau memakai jasa persetubuhan. Setelah mendapat pesanan, UM menghubungi saksi korban yakni AMW.
"Lalu terjadi tawar menawar dan disepakati tarif sekali kencan sebesar Rp1,5 juta. Rinciannya AMW mendapat Rp1 juta dan muncikari UM mendapat Rp500.000," jelas Yudhianto.
Setelah sepakat, tersangka kemudian meminta pemesan untuk menunggu di hotel, dan AMW menyusul ke lokasi. Usai terjadi transaksi persetubuhan, tersangka mendatangi lokasi untuk mengambil komisinya. Saat itulah aparat menangkapnya.
Saat kejadian, aparat juga mengamankan barang bukti satu buah kondom habis pakai, satu kertas berisi bukti transfer ATM, uang 15 lembar pecahan Rp100.000 dan satu buah ponsel.
Atas perbuatannya, UM kini harus mendekam di penjara Mapolres. Ia akan dikenakan pasal 296 KUHP dengan ancaman penjara paling lama satu tahun empat bulan.
Kapolres menambahkan tindakan yang dilakukan UM sangat rapi, terbukti tidak ada bukti percakapan yang tertinggal di ponselnya. "Tersangka mengaku baru melakukan sekali, tapi kami yakin ini bukan pertama kalinya. Terbukti tidak ada bukti percakapan, dia sudah berpengalaman," katanya.
Adapun UM ketika ditanyai wartawan mengaku baru pertama kali melakukannya. "Saya hanya menolong teman saya AMW untuk mencari pria yang mau memakai jasanya, kebetulan BD juga teman saya pas butuh. Tapi kenapa malah jadi begini [ditangkap polisi]," katanya sambil menangis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Simak tiga tipologi utama anak muda Indonesia di era digital hasil riset Alvara. Dari tipe Si Digital hingga Si Santuy, mana karakter Anda. Cek di sini.
Arema FC memburu kemenangan atas PSIM Jogja pada laga terakhir Super League 2025/2026 demi memperbaiki posisi klasemen.
MotoGP Catalunya 2026 diwarnai penalti tekanan ban yang membuat Joan Mir kehilangan podium dan mengubah klasemen sementara.
Pemkot Jogja mulai menyiapkan guru dan menggandeng kampus menyambut kebijakan Bahasa Inggris wajib di SD mulai 2027.
Xiaomi membatalkan proyek ponsel ultra-tipis Xiaomi 17 Air karena tak ingin mengorbankan performa, baterai, dan kualitas pengguna.
Komnas HAM mendorong pengusutan tuntas kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha Jogja. Polisi buka peluang tersangka bertambah.