Masker KN-95 Mulai Langka, Produksi Dalam Negeri Masih Longgar
Harga masker tertekan setelah erupsi Anak Krakatau. Stok ritel menipis, tetapi kapasitas produksi dalam negeri masih sangat longgar.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. /Antara Foto-Hafidz Mubarak A
Harianjogja.com, PEMALANG--Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tertawa setelah mendengar calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyebut Jawa Tengah lebih luas daripada Malaysia. Prabowo mengatakan hal itu saat berada di panggung debat capres Kamis (17/1/2019) malam.
“Ya lumayanlah Jawa Tengah disinggung tadi ya, soal luasan hehehe,” kata Ganjar usai menyaksikan debat capres di Cafe Wapres JK Pemalang, Kamis.
Dilansir dari Wikipedia, luas Jateng yakni 32.548 kilometer persegi, atau sekitar 28,94% dari luas Pulau Jawa. Sementara Malaysia adalah sebuah negara federal yang terdiri dari 13 negeri (negara bagian) dan tiga wilayah federal di Asia Tenggara dengan luas 329.847 kilometer persegi.
Secara keseluruhan lanjut Ganjar, debat pertama tersebut berlangsung menarik. Masyarakat Indonesia begitu antusias menanggapi hal itu, khususnya warganet.
"Saya nonton langsung dan mengikuti suara netizen, wah serunya minta ampun. Saya menuliskan beberapa quote yang ada di situ dan responsnya luar biasa. Mudah-mudahan semua belajar dan mengikuti terus perdebatannya," tambahnya.
Terkait pertanyaan dari panelis, Ganjar menerangkan jika pertanyaan yang diajukan cukup bagus. Mekanisme debat yang hanya membacakan pertanyaan dari panelis tidak membuat ketegangan.
"Saya mengalami itu dalam debat Pilgub dimana panelis dihadirkan. Dengan hanya dibacakan pertanyaannya, ini membuat suasananya tidak terlalu tegang. Penontonnya kalau dilihat dari TV tadi ndak seru, tapi saya yakin di sananya pasti sangat seru," ucapnya.
Debat Capres dan Cawapres sendiri di lakukan di Hotel Bidakara Jakarta. Ada enam panelis yang memberikan pertanyaan dalam debat tersebut, yakni Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo, Ketua Komisi Nasional hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Ahmad Taufan Damanik, Ahli Hukum Tata Negara, Bivitri Susanti.
Selain itu ada pula ahli hukum tata negara, Margarito Kamis, guru besar hukum Internasional Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana dan Ketia Mahkamah Agung Republik Indonesia, Bagir Manan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Harga masker tertekan setelah erupsi Anak Krakatau. Stok ritel menipis, tetapi kapasitas produksi dalam negeri masih sangat longgar.
Pemerintah Kabupaten Klaten terus memperkuat strategi pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem melalui berbagai program intervensi.
Astra Financial menghadirkan literasi keuangan dan Festival UMKM dalam SiBakul Jogja Sport & Fest 2026 yang diikuti 5.000 pelari.
Sevilla mengalahkan Valencia 1-0 pada pekan kelima Liga Spanyol lewat gol Juan Iglesias dan naik ke posisi ketiga klasemen.
Wisata edukasi Madukismo mengajak pengunjung naik kereta lawas menyusuri pabrik dan melihat proses tebu hingga menjadi kristal gula.
Sebanyak 17.800 personel gabungan Polda Metro Jaya, Kodam Jaya dan Pemprov DKI mengamankan laga Persija vs Persib di GBK.