Terungkap, Area Longsor Sukabumi Mestinya untuk Kawasan Konservasi

Newswire
Newswire Rabu, 02 Januari 2019 16:37 WIB
Terungkap, Area Longsor Sukabumi Mestinya untuk Kawasan Konservasi

Longsor di Cimapag, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (31/12/2018)./Ist-BNPB via Okezone.com

Harianjogja.com, SUKABUMI- Lokasi longsor di Desa Sinaresmi, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat seharusnya untuk kawasan konservasi. Hal itu diungkapkan Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho.

"Kemiringan lereng termasuk terjal, karena lebih dari 30 persen. Materi penyusunnya tanah berpori, mudah menyerap air dan gembur, sehingga memang mudah longsor," kata Sutopo dalam jumpa pers di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (2/1/2019).

Sutopo mengatakan tanah di lokasi longsor pada dasarnya memang subur, sehingga dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk pertanian, namun melihat karakter lerengnya, seharusnya kawasan tersebut untuk konservasi.

Menurut Sutopo, longsor yang terjadi pada Senin (31/12/2018) sore disebabkan oleh hujan dengan intensitas rendah selama beberapa hari sebelumnya.

"Hujan terus menerus selama beberapa hari. Diduga sudah ada retakan du puncak bukit, tetapi masyarakat sekitar tidak tahu. Tanaman yang tumbuh di puncak bukit adalah tanaman tahunan dan musiman," ujarnya.

Sutopo menjelaskan hujan dengan intensitas rendah yang terjadi terus menerus akhirnya memicu longsor. Menurut analisis satelit, panjang mahkota longsor mencapai 800 meter dengan luas mencapai delapan hektare.

"Ketebalan longsoran bervariasi, tetapi ada yang mencapai lebih dari 10 meter," ujarnya.

Longsor menyebabkan 30 rumah tertimbun dan 32 kepala keluarga atau 101 jiwa terdampak. Hingga Rabu pukul 13.00 WIB, 15 orang ditemukan meninggal dunia dan 11 diantaranya telah teridentifikasi.

Selain itu, 20 orang masih hilang, tiga orang luka-luka, sementara 63 orang ditemukan selamat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online