Kabinet Arab Saudi Dirombak Besar-besaran untuk Perbaikan Citra Usai Pembunuhan Khashoggi

Newswire
Newswire Jum'at, 28 Desember 2018 14:17 WIB
Kabinet Arab Saudi Dirombak Besar-besaran untuk Perbaikan Citra Usai Pembunuhan Khashoggi

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud (tengah) melakukan ibadah salat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (2/3/2018)./Reuters-Beawiharta

Harianjogja.com, RIYADH – Di tengah krisis yang dialami kerajaan Arab Saudi akibat pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di Konsulat Arab Saudi di Istanbul Oktober lalu, Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz Al Saud memerintahkan perombakan (reshuffle) kabinet besar-besaran. Sejumlah jabatan penting dalam kabinet diyakini akan mengalami pergantian termasuk posisi menteri luar negeri, Garda Nasional, informasi, pendidikan serta pimpinan badan antariksa.

Diwartakan Reuters, Jumat (28/12/2018), dalam perombakan kabinet itu, Raja Salman menunjuk Ibrahim al-Assaf yang pernah menjabat sebagai menteri keuangan kerajaan selama 20 tahun dan pernah mewakili Arab Saudi di IMF serta Bank Dunia, untuk menggantikan peran Adel Al Jubeir sebagai menteri luar negeri. Pengamat menilai, langkah itu diambil karena Jubeir dianggap telah “ternoda” setelah berperan sebagai pembela Riyadh dari kritik dunia dalam kasus Khashoggi.

Perubahan di posisi lainnya adalah penunjukan Pangeran Abdullah bin Bandar bin Abdulaziz untuk menggantikan Pangeran Khaled bin Ayyaf sebagai pimpinan Garda Nasional. Jenderal Kalid bin Qirar al-Harbi ditunjuk sebagai kepala keamanan umum, sementara Musaed al-Aiban, putra lulusan kepala intelijen pertama Arab Saudi yang menempuh pendidikan di Harvard, ditunjuk sebagai penasihat keamanan nasional.

Turki al-Sheikh, penasihat yang dekat dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, dipindahkan dari posisinya sebagai ketua komite olahraga untuk mengepalai komisi hiburan, sementara Turki al-Shabana, seorang eksekutif di stasiun televisi Rotana, diangkat sebagai menteri informasi.

Raja Salman juga memerintahkan pembentukan Badan Antariksa Saudi, yang diketuai oleh putranya yang berusia 62 tahun Pangeran Sultan bin Salman, yang mengepalai dinas pariwisata Saudi. Pangeran Sultan pernah terbang dengan pesawat ulang-alik Amerika Serikat (AS) Discovery pada 1980-an sebagai orang Arab pertama yang berada di luar angkasa.

Menurut pengamat perpolitikan Saudi, pergantian yang dilakukan dalam kabinet ini merupakan upaya untuk memperbaiki citra Arab Saudi yang terdampak kasus pembunuhan Khashoggi. Namun, posisi Putra Mahkota Mohammed bin Salman yang dituding memiliki keterkaitan erat dengan skandal tersebut justru tidak terpengaruh sama sekali, bahkan diperkuat dengan perombakan kabinet ini.

“Namun tidak satu pun dari perombakan ini yang mempertanyakan posisi putra mahkota. Sebaliknya, perombakan itu memperkuatnya,” kata pengamat senior dari S. Rajaratnam School of International Studies, James Dorsey kepada Reuters.

Pejabat Saudi mengatakan, perombakan itu dilakukan di akhir masa jabatan kabinet yang telah berlangsung selama empat tahun, dan telah diatur oleh undang-undang.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Okezone.com

Share

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online