Gunung Anak Krakatau Belum Berhenti Meletus, Aktivitas di Radius 2 Km Dilarang

Newswire
Newswire Rabu, 26 Desember 2018 00:50 WIB
Gunung Anak Krakatau Belum Berhenti Meletus, Aktivitas di Radius 2 Km Dilarang

Letusan Gunung Anak Krakatau terlihat dari foto udara yang diambil dari pesawat Cessna 208 B Grand Caravan milik Maskapai SusiAir di Selat Sunda, Minggu (23/12). /Bisnis-Nurul Hidayat

Harianjogja.com, JAKARTA- Letusan Gunung ank Krakatau hingga kini masih terjadi.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan, hingga kini Gunung Anak Krakatau masih terjadi erupsi.

"Aktivitas Gunung Anak Krakatau sampai saat ini masih terjadi erupsi," kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatim) BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di gedung BNPB, Jalan Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, Selasa (25/12/2018).

Adapun status gunung tersebut masih di katagori Waspada Level II. Oleh karenaya Sutopo meminta jangan terlalu percaya dengan informasi simpang siur yang berkembang di lapangan.

"Status yang ditetapkan PVMBG tetap waspada level 2, jadi jangan percaya informasi sejak tadi pagi banyak beruntun bahwa status Gunung Anak Krakatau dinaikan menjadi siaga, tetap dalam hal ini statusnya waspada," bebernya.

Sutopo menegaskan sebenarnya Gunung Anak Krakatau sudah mengalami erupsi sudah terjadi pada bulan Juni lalu. "Erupsi anak gunung krakatau sebenanrnya berlangsung sejak Juni 2018 sampai dengan hari ini. Dan tipenya adalah tipe strongbolian, jadi dia melontarkan lava pijar, melontarkan abu vulkanik yang terus menerus. Dan radius 2 KM dari puncak kawah dinyatakan sebagai zona berbahaya tidak boleh ada aktivitas dan erupsi yang ada di Gunung Anak Krakatau tidak menganggu pelayaran kapal di Selat Sunda maupun pelayaran di atas Selat Sunda," tuturnya.

Jadi rekomendasi dari PVMBG masyarakat tidak boleh melakuakn aktivitas di dalam radius 2 KM dari puncak kawah.

"Sedangkan rekomendasi dari BMKG masyarakat tidak boleh untuk melakukan aktivitas di sekitar pantai untuk saat ini sekarang, karena potensi susulan tsunami yang disebabkan potensi bawah laut masih berpotensi karena aktivitas erupsi masih berlangsung," tutupnya

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Okezone.com

Share

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online