Anggaran Transfer ke Daerah Turun, Ekonom Soroti Resentralisasi
Anggaran Transfer ke Daerah turun dari Rp848,52 triliun pada 2025 menjadi Rp727,2 triliun pada 2026. Ekonom menyoroti risiko resentralisasi.
Letusan Gunung Anak Krakatau terlihat dari foto udara yang diambil dari pesawat Cessna 208 B Grand Caravan milik Maskapai SusiAir di Selat Sunda, Minggu (23/12). /Bisnis-Nurul Hidayat
Harianjogja.com, JAKARTA- Letusan Gunung Anak Krakatau diprediksi tidak akan sedahsyat pada 1883.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan letusan Gunung Anak Krakatau tidak akan sedahsyat letusan Gunung Krakatau pada 1883 silam. Sebab, Gunung Anak Krakatau tidak memiliki dapur magma yang cukup besar.
Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, faktor lain letusan itu masih jauh lebih kecil karena saat itu ada tiga gunung api yang meletus secara bersamaan, yakni Gunung Krakatau, Gunung Danan dan Gunung Perbuatan.
"Tidak akan sedahsyat 1883. Mengapa? Sebab 1883 itu ada tiga gunung di Selat Sunda yang meletus bersamaan," kata Sutopo dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Selasa (25/12/2018).
Ketiga gunung itu memiliki dapur magma yang sangat besar. Sehingga, saat ketiganya meletus secara bersamaan memiliki kekuatan yang sangat dahsyat.
Setelah meletus, Gunung Krakatau habis hingga rata dengan tanah. Beberapa puluh tahun kemudian, barulah muncul Gunung Anak Krakatau, tepatnya pada 1927 yang memiliki dapur magma tidak sebesar Gunung Krakatau.
"Banyak para ahli mengatakan untuk bisa terjadi letusan besar seperti 1883 dibutuhkan waktu hingga 500 tahun ke depan," ungkap Sutopo.
Dia juga menyebutkan tsunami yang menerjang pesisir pantai Banten dan Lampung bukan dipicu dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Menurutnya, pemicu bencana itu karena adanya lereng gunung yang mengalami longsor.
"Terjadinya tsunami Sabtu malam bukan karena erupsi, tapi longsoran bawah laut yang dipicu gerakan dari letusan Gunung Anak Krakatau," pungkas Sutopo.
Untuk diketahui, Gunung Krakatau meletus pada 27 Agustus 1883. Letusan Gunung Krakatau ini tercatat dalam The Guinness Book of Records sebagai letusan terhebat yang terekam dalam sejarah. Diperkirakan lebih dari 36.000 jiwa tewas saat Gunung Krakatua meledakkan diri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Anggaran Transfer ke Daerah turun dari Rp848,52 triliun pada 2025 menjadi Rp727,2 triliun pada 2026. Ekonom menyoroti risiko resentralisasi.
KPK mengungkap dugaan kesepakatan Rp400 juta antara Bupati Klaten dan Kepala BPK Jateng untuk menghapus dua temuan dalam audit keuangan 2025.
Cek jadwal perpanjangan SIM Sleman 17 Oktober 2026, warga dapat memanfaatkan layanan di Lobby Sleman City Hall
SIM Keliling Jogja Sabtu 17 Oktober 2026 melayani malam hari di Alun-Alun Kidul. Simak jadwal, lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Frosinone mengalahkan Sassuolo 4-2 pada pekan ketujuh Liga Italia. Antonio Raimondo mencetak hattrick dalam kemenangan di Stadion Benito Stirpe.
Prakiraan cuaca DIY Sabtu 17 Oktober 2026 didominasi cerah. Simak prediksi suhu, kelembapan, dan kondisi cuaca di lima kabupaten/kota