7 Kapal Tenggelam di Gilimanuk, Truk ODOL Kembali Disorot
Gapasdap mengungkap 7 kapal tenggelam di Gilimanuk diduga akibat truk ODOL. Pelanggaran muatan berlebih kini ancam keselamatan pelayaran.
Ketua DPR Bamsoet./JIBI-Abdullah Azzam
Harianjogja.com, JAKARTA-Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menilai pencitraan yang dilakukan dalam politik akan berakhir sia-sia jika tidak menampilkan sesuatu yang alamiah dan otentik.
"Orang Indonesia suka dengan yang natural. Apa adanya saja," kata Bambang Soesatyo dalam acara "Tren 2018: Branding Otentik Tokoh Politik" yang digelar konsultan riset dan analisis data Polaris, sebagaimana siaran pers di Jakarta, Kamis (20/12/2018) malam.
Dia mencontohkan apa yang dilakukan Presiden Joko Widodo ketika menampilkan foto bersama dengan keluarga dan anak-anaknya di media sosial, sebagai sesuatu yang alamiah, mendapat respon positif dari publik. "Presiden Jokowi kalau posting foto meresmikan proyek sedikit yang merespon, kalau posting foto bersama keluarga atau sama anak-anaknya pasti banyak yang suka," kata Bambang Soesatyo.
Bambang mengatakan dirinya pun sama dengan Presiden Jokowi. Ketika dirinya menampilkan foto peresmian acara di akun Instagram miliknya, respon publik tidak terlampau banyak dibandingkan ketika ia menampilkan foto koleksi motor gede yang memang menjadi hobinya. Bambang mengatakan ketika ia berperilaku apa adanya dan tidak menutup-nutupi agar terlihat sederhana di mata masyarakat, maka citra positif justru tercipta.
"Saya sewajarnya saja. Justru dengan saya apa adanya, banyak masyarakat yang mengajak saya berkomunikasi. Dari situlah \'engagement\' positif saya tercipta," katanya.
Lebih jauh dia mengatakan pola komunikasi politikus saat ini sudah banyak berubah. Saat ini, kata dia, peran konsultan politik dalam mengelola percakapan di media sosial tidak terlalu sentral sebab seorang politikus bisa mengelolanya sendiri.
"Misalnya seperti yang saya lakukan. Saya melihat apa selera dan kebiasaan orang-orang yang menyukai postingan saya. Dari situ saya bisa membuat kesimpulan-kesimpulan sendiri," kata dia.
Dia menyampaikan modal keterikatan positif di media sosial juga menjadi modal baginya untuk mengelola komunikasi dengan masyarakat terkait keluhan atas kinerja DPR.
"Ada tiga isu yang saya hadapi di dewan yaitu korupsi, sedikitnya RUU yang disahkan, sama anggota DPR yang malas," katanya.
Khusus untuk wakil rakyat yang kerap membolos, kata dia, tidak semuanya mangkir dari tugas. "Biasanya mereka sedang ke turun ke konsituennya. Bertemu masyarakat untuk menyerap aspirasi. Itu bukan membolos tapi juga bagian dari tugas mereka seperti diatur undang-undang," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gapasdap mengungkap 7 kapal tenggelam di Gilimanuk diduga akibat truk ODOL. Pelanggaran muatan berlebih kini ancam keselamatan pelayaran.
UPN Jogja nonaktifkan dosen terduga pelaku kekerasan seksual. Kasus ditangani Satgas, korban dilindungi.
KPPN Wonosari ajak pemangku kepentingan tolak gratifikasi. Ini batasan yang masih diperbolehkan menurut aturan.
Pemerintah siapkan jutaan lapangan kerja dari hilirisasi, pangan, hingga ekonomi hijau. Ini sektor paling menjanjikan.
Kemenhub dorong Kertajati jadi pusat MRO nasional. Bandara ini diproyeksikan jadi hub penerbangan dan logistik.
PDAM Sleman petakan wilayah rawan air saat kemarau 2026. Godean hingga Pakem berpotensi alami tekanan rendah.