Diduga Keracunan MBG, Siswa 11 Tahun Dirawat di RSUD Trenggalek
Siswa 11 tahun diduga keracunan setelah menyantap MBG di Trenggalek. Ia sempat diare lebih dari 10 kali dan muntah hingga tujuh kali.
Ketua DPR Bamsoet./JIBI-Abdullah Azzam
Harianjogja.com, JAKARTA-Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menilai pencitraan yang dilakukan dalam politik akan berakhir sia-sia jika tidak menampilkan sesuatu yang alamiah dan otentik.
"Orang Indonesia suka dengan yang natural. Apa adanya saja," kata Bambang Soesatyo dalam acara "Tren 2018: Branding Otentik Tokoh Politik" yang digelar konsultan riset dan analisis data Polaris, sebagaimana siaran pers di Jakarta, Kamis (20/12/2018) malam.
Dia mencontohkan apa yang dilakukan Presiden Joko Widodo ketika menampilkan foto bersama dengan keluarga dan anak-anaknya di media sosial, sebagai sesuatu yang alamiah, mendapat respon positif dari publik. "Presiden Jokowi kalau posting foto meresmikan proyek sedikit yang merespon, kalau posting foto bersama keluarga atau sama anak-anaknya pasti banyak yang suka," kata Bambang Soesatyo.
Bambang mengatakan dirinya pun sama dengan Presiden Jokowi. Ketika dirinya menampilkan foto peresmian acara di akun Instagram miliknya, respon publik tidak terlampau banyak dibandingkan ketika ia menampilkan foto koleksi motor gede yang memang menjadi hobinya. Bambang mengatakan ketika ia berperilaku apa adanya dan tidak menutup-nutupi agar terlihat sederhana di mata masyarakat, maka citra positif justru tercipta.
"Saya sewajarnya saja. Justru dengan saya apa adanya, banyak masyarakat yang mengajak saya berkomunikasi. Dari situlah \'engagement\' positif saya tercipta," katanya.
Lebih jauh dia mengatakan pola komunikasi politikus saat ini sudah banyak berubah. Saat ini, kata dia, peran konsultan politik dalam mengelola percakapan di media sosial tidak terlalu sentral sebab seorang politikus bisa mengelolanya sendiri.
"Misalnya seperti yang saya lakukan. Saya melihat apa selera dan kebiasaan orang-orang yang menyukai postingan saya. Dari situ saya bisa membuat kesimpulan-kesimpulan sendiri," kata dia.
Dia menyampaikan modal keterikatan positif di media sosial juga menjadi modal baginya untuk mengelola komunikasi dengan masyarakat terkait keluhan atas kinerja DPR.
"Ada tiga isu yang saya hadapi di dewan yaitu korupsi, sedikitnya RUU yang disahkan, sama anggota DPR yang malas," katanya.
Khusus untuk wakil rakyat yang kerap membolos, kata dia, tidak semuanya mangkir dari tugas. "Biasanya mereka sedang ke turun ke konsituennya. Bertemu masyarakat untuk menyerap aspirasi. Itu bukan membolos tapi juga bagian dari tugas mereka seperti diatur undang-undang," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Siswa 11 tahun diduga keracunan setelah menyantap MBG di Trenggalek. Ia sempat diare lebih dari 10 kali dan muntah hingga tujuh kali.
Sekolah mahal belum tentu menjamin kesuksesan anak. Riset terhadap keluarga pengusaha sukses menemukan lima karakter utama yang justru lebih menentukan masa dep
Bupati Temanggung Agus Setyawan mengajak warga mengawasi revitalisasi sekolah swakelola agar pembangunan sesuai kebutuhan.
Pemerintah mengalokasikan Rp820,9 triliun untuk pendidikan pada RAPBN 2027, termasuk PIP, KIP Kuliah, MBG, dan Sekolah Garuda.
Instagram resmi mengganti logo teks atau wordmark setelah 10 tahun. Desain baru menuai pro dan kontra karena banyak pengguna salah membaca tulisan Instagram men
Ledakan industri drama AI di China melahirkan bisnis baru berupa lisensi wajah manusia. Warga mendapat bayaran hingga Rp12 juta, namun risiko penyalahgunaan dat