Proyek Jembatan Trans Papua Dihentikan Sementara Usai Pembunuhan 31 Pekerja

Rivki Maulana
Rivki Maulana Selasa, 04 Desember 2018 12:25 WIB
Proyek Jembatan Trans Papua Dihentikan Sementara Usai Pembunuhan 31 Pekerja

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono: Seluruh pekerjaan dihentikan dulu menunggu kondisi kondusif/Bisnis-Rivki Maulana

Harianjogja.com, JAKARTA -Proyek pembangunan jembatan pada jalan lintas Trans Papua di Segmen 5  dihentikan sementara oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  karena terjadi gangguan keamanan. KKB melakukan penyerangan dan menewaskan 31 pekerja.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pihaknya terkejut dan menyesalkan gangguan keamanan terhadap pekerja konstruksi di Kali Yigi (Km 102+525) dan Kali Aurak (Km 103+975). Lokasi ini terletak di ruas jalan yang menghubungkan Wamena - Habema - Nugi - Kenyam- Batas Batu- Mumugu.

Basuki menerangkan, ruas jalan sudah terbangun namun menyisakan pekerjaan jembatan. Secara keseluruhan ada jembatan dengan panjang bentang beragam di ruas sepanjang 278 kilometer tersebut. Dari jumlah jembatan tersebut, 14 jembatan dikerjakan oleh Istaka Karya sedangkan 21 lainnya digarap oleh PT Brantas Abipraya (Persero).

Menurut Basuki, lokasi jembatan yang dikerjakan Istaka terbilang kondusif karena didukung masyarakat setempat. Lokasi jembatan yang digarap Abipraya justru terbilang rawan dan sejak empat bulan lalu sudah dihentikan.

"Info yang saya terima, warga di sana [lokasi jembatan Kali Yigi dan Kali Aurak] menjamin keamanan pekerja Istaka. Dengan gangguan keamanan ini kami hentikan seluruh pekerjaan dulu menunggu kondisi kondusif," ujarnya dalam jumpa pers di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Saat ini, progres pekerjaan jembatan yang dibangun Istaka Karya mencapai 72%. Secara umum, segmen 5 Trans Papua ditargetkan bisa tersambung pada 2019. Basuki menekankan, pembangunan jalan Trans Papua di segmen ini amat penting karena bisa menurunkan biaya logistik. Sebelumnya, ongkos logistik ke Wamena sangat mahal karena harus diangkut menggunakan pesawat udara.

Sebanyak 31 pekerja proyek pembangunan jembatan di Kabupaten Nduga, Papua, dilaporkan meninggal dunia diserang kelompok kriminal bersenjata (KKB), Minggu 2 Desember 2018. Aparat Polri dan TNI dikerahkan untuk melakukan evakuasi korban dan mengejar para anggota KKB.

Sementara itu, Wakapolri langsung mengunjungi lokasi kejadian untuk memantau dan menganalisa kondisi keamanan di Nduga, Papua. Selengkapnya silakan baca : 31 Pekerja Jembatan Dibunuh di Papua. Wakapolri Tinjau Situasi Keamanan Nduga

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online