Keracunan MBG Meluas, 170 Pelajar Jombang-Nganjuk Terdampak
Sebanyak 170 pelajar di Jombang dan Nganjuk diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG. Penyebabnya masih diselidiki.
Ilustrasi vaksin./Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA- Pemerintah mengklaim, Indonesia sebagai negara Islam yang unggul dalam pengembangan teknologi vaksin.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan, Penny Lukito mengatakan Indonesia merupakan negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang unggul dalam pengembangan teknologi vaksin.
"Tugas BPOM saat ini adalah untuk membagi ilmunya ke negara lain, seperti untuk anggota OKI," kata Penny dalam konferensi pers "The First Meeting of National Medicines Regulatory Authorities (NMRAs) from the Organization of Islamic Cooperation" di Jakarta, Senin (19/11/2018).
Menurut dia, negara-negara Islam memiliki kemajuan teknologi vaksin yang beragam. Sejumlah negara OKI tergolong memiliki kapasitas menengah sementara lainnya terbelakang.
Penny mengatakan pertemuan para kepala BPOM atau NMRAs itu strategis untuk pemerataan pengetahuan dan pengelolaan industri vaksin, terutama dari sektor regulator.
Pertemuan NMRAs, kata dia, itu agar juga bisa semakin memperkuat kerja sama Selatan-Selatan uang umumnya terdiri dari negara-negara di belahan Bumi selatan yang berkembang dan tertinggal.
"Ini juga untuk \'South-South Cooperation\' agar aksesnya lebih luas lagi bagi negara-negara yang tidak beruntung," kata dia.
Dia mengatakan Indonesia merupakan negara percontohan yang bisa membagi pengalamannya dalam mengelola industri vaksin, berikut pengembangan obat-obatan, bioteknologi dan hal lain yang relevan.
Dalam ajang pertemuan perdana NMRAs anggota OKI itu, kata dia, akan digelar pada pada 21-22 November 2018 di Jakarta. Hingga Senin pagi, sudah ada 30 negara anggota OKI yang sudah mengonfirmasi kehadirannya dalam ajang itu dan masih bisa bertambah.
Penny mengatakan ajang tersebut sangat strategis bagi Indonesia karena juga merupakan bagian dari diplomasi antarnegara di lingkungan OKI. Indonesia juga menjadi percontohan dalam pengelolaan vaksin, termasuk dari unsur tata kelola regulator obat dan makanan.
"Beberapa negara OKI tertarik untuk bisa meningkatkan kapasitasnya ke level lebih tinggi bahkan mengarah menjadi eksportir. Misalnya ada Kazakhstan dan Jordania," kata dia.
Dia mencontohkan Indonesia memiliki pabrik vaksin Bio Farma dengan produknya yang dipakai di 141 negara dengan 49 di antaranya adalah negara OKI.
"Sebagai \'center of excellent\' di dunia vaksin dan obat, Indonesia memiliki posisi strategis di antara negara-negara OKI," kata dia.
Dia mengatakan hanya ada tujuh negara anggota OKI yang memiliki kapasitas memproduksi vaksin. Di antara negara itu Indonesia, Iran, Senegal, Uzbekistan, Bangladesh, Tunisia dan Mesir.
Penny berharap kapasitas itu dapat semakin merata di antara negara-negara OKI sehingga mampu memberi manfaat bagi masyarakat negara-negara Muslim dan global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sebanyak 170 pelajar di Jombang dan Nganjuk diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG. Penyebabnya masih diselidiki.
MSI mendorong pengembangan singkong di DIY untuk mendukung target bioetanol E20 pada 2028 dengan jaminan pasar dan harga bagi petani.
Menko Pangan Zulhas memastikan bantuan pangan beras berlanjut hingga Desember 2026 dengan tambahan alokasi 1 juta ton untuk tiga bulan.
Sebanyak 847 peserta dan ofisial dari 12 provinsi mulai tiba di Jateng untuk mengikuti MTQ Nasional XXXI di Semarang pada 11-20 September 2026.
KemenHAM meminta penembakan tiga ASN Dinas Pertanian Jayawijaya diusut tuntas dan pelakunya dihukum sesuai hukum yang berlaku.
Pertamina menyiapkan investasi Rp19,8 triliun untuk Green Bio-Refinery Cilacap yang ditargetkan masuk EPC 2027 dan beroperasi 2029.