Mendikdasmen Tegaskan Ekskul Korps Kadet Tak Wajib
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Prabowo Subianto menyambut Megawati Soekarnoputri saat pertandingan pencak silat Asian Games 2018, Rabu (29/8/2018). /Suara.com-Ria Rizki
Harianjogja.com, JAKARTA- Megawati Soekarnoputri mengaku kasihan dengan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto.
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Megawati Soekarnoputri mengaku dirinya tak pernah menghujat atau membicarakan siapapun, termasuk menghujat Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Hal ini dikatakan Megawati saat membuka sekolah calon anggota legislatif (Caleg) PDI Perjuangan Angkatan III di kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta, Kamis (15/11/2018).
"Ndak pernah saya, boleh cari di mana kalau saya pernah menghujat orang, ngomongin siapa-siapa, ndak. Sampai pak Prabowo pun dengan saya hormat," ujar Megawati.
Megawati mengatakan hingga kini, Prabowo masih menghormati dirinya. Karena itu, dirinya tak pernah menjelekkan Prabowo ataupun sebaliknya.
"Karena saya tidak pernah mengatakan hal-hal yang jelek. Pak Prabowo juga tidak pernah menjelekkan saya. Ndak pernah," kata dia.
Mantan Presiden kelima itu merasa prihatin dengan Prabowo. Sebab kata Megawati, Prabowo berada di lingkungan yang kerap mengkritisi pemerintah dengan hal yang negatif, bukanlah dengan kritikan yang positif
"Kan kasihan ya [Prabowo]. Kalau saya bilang, kasihan beliau. Kenapa orang di lingkungannya [Prabowo] seperti begitu? Seakan-akan itu adalah orang di lingkungannya yang selalu menjalankan hal-hal yang buruk, yang mengkritisi pemerintah itu dengan cara yang menurut saya bukan kritikan yang positif," tuturnya.
Tak hanya itu, Megawati tak segan-segan menghubungi Prabowo jika pernyataannya disalahartikan publik.
"Kalau saya sebut, pak Prabowo dibully-bully, saya telepon pak Prabowo. Aneh kan. Kasihan kan," kata dia.
Karenanya, Megawati meminta kader-kadernya untuk menyampaikan kebenaran perihal capaian-capaian yang telah dilakukan pemerintahan Presiden Jokowi.
"Kembali ini adalah tugas kalian. Kebenaran is kebenaran, masa tidak bisa dilihat dengan mata. Kasihan kan kenapa republik ini dibuat seperti ini? Itu inti pembicaraan saya," ucap Megawati.
Ia juga berharap kader-kader PDI Perjuangan tidak terpancing isu yang dapat memecah belah persatuan.
"Sebuah negara yang dibangun dengan susah payah, seperti nya sekarang mau dipisah-pisahkan diadu domba dengan segala cara. Ya tentu saya tidak akan bisa menerima," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.
Biarawati Katolik asal Timor-Leste, Suster Dulce Maria Guterres, meraih gelar Magister Kebidanan di UNISA Yogyakarta dan berbagi kisah toleransi.
Lelang cabai digital di Bantul membantu petani mendapat harga lebih tinggi dibanding pengepul, dengan total 1,7 ton sudah dilelang.
Empat EWS tsunami di pantai Gunungkidul mengalami kerusakan. BPBD menyiapkan Rp165 juta dan perbaikan dimulai Oktober 2026.
Bupati Gowa Sitti Husniah menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dugaan korupsi pemerasan dan TPPU senilai Rp1,1 miliar.