Dugaan Pungli Lapas Disorot, KPK Tunggu Data Ombudsman
KPK menyebut Ombudsman dapat melaporkan dugaan pungli di lapas dan rutan jika data lengkap, termasuk temuan di Cibinong dan Pondok Bambu.
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko saat menerima kunjungan tim Bisnis Indonesia, di Kantor Staf Presiden Jakarta, Jumat (6/4/2018)./Bisnis Indonesia-Dwi Prasetya
Harianjogja.com, JAKARTA - Kubu Prabowo-Sandiaga menilai kubu Jokowi-Ma\'ruf makin lama kian tidak jelas dalam pemilihan bahasa yang hendak disampaikan ke publik.
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma\'ruf Amin, Moeldoko menanggapinya. Ia mengajak kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk bersama-sama mengampanyekan gagasan-gagasan yang lebih substantif ke masyarakat.
"Emangnya di sana bicara substansi apa. Bicaranya enggak subtansi juga. Justru sekarang itu mari kita sama-sama memikirkan lebih subtansi, jangan mikir enggak-enggak apalagi melemparkan sesuatu yang tidak nyaman bagi semua," ujar Moeldoko usai bertemu Ma\'ruf Amin di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (14/11/2018).
Menurut Moeldoko sudah sejak lama Jokowi-Ma\'ruf dan tim pemenangan mengampanyekan program-program kepada masyarakat. Kata Moeldoko, penyempurnaan program-program terus dilakukan.
"Sebenarnya Pak Jokowi dalam setiap kesempatan itu selalu berbicara soal program-program. Program yang telah dijalankan sekarang maupun ke depan apa yang mau dilakukan itu selalu begitu," jelas Moeldoko.
Sebelumnya, juru bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, menganggap kubu Jokowi makin lama kian tidak jelas dalam pemilihan bahasa yang hendak disampaikan ke publik. Andre menyoroti pernyataan capres-cawapres Jokowi-Ma\'ruf soal \'sontoloyo\' hingga \'budek-buta\'.
"Kok aneh ya, tambah lama kubu sebelah tuh tambah nggak jelas pernyataannya, nggak substansi. Presidennya bilang \'sontoloyo\', \'genderuwo\', wakil presidennya bilang \'budek\' dan \'tuli\', eh anak buahnya bilang \'makan ternak\'. Ya Allah.... Kita mau memperbaiki ekonomi bangsa atau mau berpolitik cela-celaan pakai bahasa-bahasa yang nggak bermutu?" kata Andre, Senin 12 November 2018.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
KPK menyebut Ombudsman dapat melaporkan dugaan pungli di lapas dan rutan jika data lengkap, termasuk temuan di Cibinong dan Pondok Bambu.
UMKM Keparakan didorong memperkuat higienitas produk agar mampu meningkatkan kepercayaan konsumen dan membidik wisatawan.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 1 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Dua anak perempuan diduga diculik saat hendak les di Menceng, Kalideres. Keduanya ditemukan terpisah dan kalung emas diduga dirampas.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 1 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.
Jadwal SIM Keliling Jogja Oktober 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Simak jam layanan dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.