Marc Marquez Dibayangi Kutukan Mandalika Jelang GP Indonesia
Marc Marquez menghadapi GP Indonesia 2026 dengan bayang-bayang kutukan Mandalika dan persaingan ketat perebutan gelar juara dunia MotoGP.
M. Nasir
Harianjogja.com, JAKARTA--Selama 72 tahun Indonesia merdeka, Indonesia belum memiliki cetak biru perencanaan riset nasional.
Hal tersebut disampaikan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir saat memberikan keynote speech pada Rembuk Nasional Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (3/11/2018).
“Sejak awal berdirinya bangsa Indonesia hingga saat ini pada pemerintahan Presiden Jokowi, Indonesia tidak pernah memiliki peta riset nasional,” ucap dia seperti dikutip dari keterangan resmi Kemenristekdikti, Senin (5/11/2018).
Nasir menjelaskan Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) Tahun 2017-2045 disusun untuk menyelaraskan kebutuhan riset jangka panjang dengan arah pembangunan nasional terkait ilmu pengetahuan dan teknologi.
“RIRN menjadi penting karena pembangunan nasional membutuhkan perencanaan sektoral untuk mengintegrasikan langkah-langkah yang terpadu dan terintegrasi, khususnya antarkementerian/lembaga, untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaannya” jelasnya.
Bidang kesehatan dan obat-obatan merupakan salah satu dari 10 bidang strategis yang menjadi prioritas pemerintah dalam Rencana Induk Riset Nasional (RIRN).
Nasir mengatakan daya saing Indonesia dalam bidang kesehatan terbilang masih sangat rendah, yakni di peringkat 90-an.
Oleh karena itu, Kemenristekdikti bersama Kemenkes membentuk Komite Bersama Kemenristekdikti-Kemenkes yang merupakan implementasi koordinasi antara Kemenristekdikti dan Kemenkes dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian pada bidang kesehatan, untuk mendorong mewujudkan kemandirian bangsa pada pada bidang kesehatan.
"Pendidikan tinggi dan pelayanan kesehatan merupakan satu kesatuan yang harus dijalankan secara sinergis," jelas dia.
Dia juga mengatakan kompetensi pendidikan terhadap kebutuhan pelayanan kesehatan juga sangat penting untuk memenuhi kebutuhan dokter, terutama di daerah terluar, terdepan dan tertinggal (3T).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Marc Marquez menghadapi GP Indonesia 2026 dengan bayang-bayang kutukan Mandalika dan persaingan ketat perebutan gelar juara dunia MotoGP.
UMKM Keparakan didorong memperkuat higienitas produk agar mampu meningkatkan kepercayaan konsumen dan membidik wisatawan.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 1 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Dua anak perempuan diduga diculik saat hendak les di Menceng, Kalideres. Keduanya ditemukan terpisah dan kalung emas diduga dirampas.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 1 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.
Jadwal SIM Keliling Jogja Oktober 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Simak jam layanan dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.