Kenapa Black Box Lion Air PK-LQP Harus Terus Direndam di Kotak Air?

Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan Jum'at, 02 November 2018 01:05 WIB
Kenapa Black Box Lion Air PK-LQP Harus Terus Direndam di Kotak Air?

Kotak hitam (black box) pesawat Lion Air bernomor registrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 yang ditemukan oleh tim SAR gabungan berada dalam kotak penyimpanan, di Posko Evakuasi Terpadu, Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (1/11/2018) malam./JIBI-Nurul Hidayat

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi Suryanto Tjahjono telah mengumumkan black box yang ditemukan tim SAR gabungan. Saat Menhub dan Kepala KNKT memperlihatkan black box milik pesawat Lion Air dengan nomor registrasi PK-LQP, tampak tabung berwarna jingga tersebut dimasukkan ke dalam kotak berisi air.

Seperti diketahui, black box tersebut awalnya ditemukan tim penyelam di bawah perairan Karawang, Jawa Barat. Ketika sudah dibawa keluar dari permukaan air laut, black box juga selalu ditempatkan di dalam kotak berisi air. 

Ketua KNKT Suryanto Tjahjono menjelaskan mengapa black box harus dimasukkan ke dalam air setelah terendam di dalam air. “Kalau black box ini kita temukan dalam air,  waktu diangkat (dari laut) di dalam kapal kita cuci pakai air tawar. Kemudian kita rendam lagi di dalam air,” ujarnya di Jakarta International Container Terminal, Jakarta, Kamis (1/11/2018).

Menurut Suryanto, untuk menjaga komponen penting di dalam kotak tersebut maka black box harus direndam kembali ke dalam air.

“Karena khawatir kalau kita keringkan tidak terkontrol, nanti mengeringnya bisa menyusut, dan kalau menyusutnya tidak terkontrol, nanti bisa merusak bagian dalam dari black box tersebut. sehingga nanti khawatir tidak bisa terbaca,” jelasnya.

Lebih lanjut, sesuai dengan prosedur selama proses pemindahan black box dari lokasi kejadian menuju Laboratorium KNKT di Gambir, Jakarta, maka harus dimasukkan ke dalam kotak berisi air sampai selanjutnya digunakan untuk keperluan penyelidikan. “Artinya kalau di lab, akan kita lakukan pengeringan perlahan-lahan, kita punya alatnya, kita vacuum, sehingga pengeringannya tidak merusak memory card yang di dalam,” tuturnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Nugroho Nurcahyo
Nugroho Nurcahyo Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online