Fajar Alfian dan Fikri Ingin Naik Podium Tertinggi di Asian Games 2026
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri lolos semifinal Asian Games 2026 dan membidik emas setelah menang atas pasangan Korea Selatan.
KH Maruf Amin saat turun dari kendaraan diterima oleh KH Khairul Fuad yang juga menantu KH Atabik Ali Maksum dalam kunjungan di Ponpes Al Munawwir Krapyak Yogyakarta, Minggu (14/10/2018)./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, JAKARTA-Calon wakil presiden nomor urut 01, KH Ma\'ruf Amin, mengingatkan para santri agar tidak hanya mempelajari Alquran dan kitab kuning, juga harus mempelajari ilmu pengetahuan umum sehingga bisa memberi solusi persoalan bangsa.
KH Ma\'ruf Amin mengatakan hal itu saat menyampaikan sambutan pada peringatan Hari Santri Nasional ke-2 di Pondok Pesantren Hidayatulloh Al Muhajirin, Arosbaya, Bangkalan, Madura, seperti dikutip melalui siaran persnya, Jumat (19/10/2018).
Peringatan Hari Santri Nasional ke-2 tersebut juga dihadiri para kiai dan ulama se-Madura serta Bupati Bangkalan dan jajaran unsur pimpinan daerah.
Menurut Kiai Ma\'ruf, pondok pesantren sejak zaman dahulu adalah lembaga pendidikan yang berperan menyiapkan generasi berikutnya untuk membangun bangsa dan negara.
Karena itu, kata dia, para santri selain belajar agama juga wajib mendalami ilmu pengetahuan umum.
"Dengan bekal pengetahuan umum, para santri dapat memilah dan memilih mana informasi yang benar serta informasi yang diplesetkan. Para santri harus menegakkan kebenaran dan melawan kebohongan," katanya.
Ma\'ruf lebih lanjut menjelaskan, para santri agar jangan hanya mempelajari huruf-huruf Allah, tapi juga harus dapat membaca situasi dan kondisi lingkungan, persoalan yang berkembang di masyarakat, serta solusi untuk menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.
"Para santri juga perlu memiliki ilmu ekonomi dan kebudayaan," katanya.
Dengan memiliki ilmu pengetahuan umum, baik ketatanegaraan, ekonomi, maupun kebudayaan, maka para santri ke depan diharapkan dapat memberikan solusi terhadap persoalan masyarakat saat ini.
"Harus diakui, para santri saat ini menghadapi tantangan lebih berat, karena selain mempelajari ilmu agama, juga harus mempelajari ilmu pengetahuan umum. Untuk menyikapi era digitial, maka harus menguasai ilmu digital," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Kiai Ma\'ruf juga mengingatkan peran sentral santri yakni turut berkontribusi melawan penjajah Belanda.
Menurut dia, KH Hasyim Ashari, memimpin perjuangan para santri melawan penjajah Belanda.
"Resolusi Jihad yang dikeluarkan pada 22 Oktober, diwujudkan dengan perang melawan penjajah pada 10 November 1945 di Surabaya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri lolos semifinal Asian Games 2026 dan membidik emas setelah menang atas pasangan Korea Selatan.
Aliran PDAM di Padukuhan Padem, Panggang, Gunungkidul macet lebih dari lima tahun. Warga terpaksa membeli air saat musim kemarau.
Alwi Farhan mengalahkan Chou Tien-Chen di perempat final Asian Games 2026 dan menyebut kontrol emosi sebagai kunci kemenangan.
Kakek asal Ngawi, Raden Mas Sri Parwasto, 68, meninggal setelah tertabrak kereta di Km 233+4 Kutorejo, Sragen.
Jonatan Christie tersingkir di perempat final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah kalah dari Loh Kean Yew karena stamina terkuras.
KPK menyita uang rupiah, dolar AS, dolar Singapura dan perhiasan saat menggeledah Kanwil BPN Jatim dalam kasus mafia tanah dugaan korupsi ATR/BPN.