Isu Retak Prabowo-Jokowi Menguat, Pengamat Buka Fakta
Isu retaknya hubungan Prabowo dan Jokowi mencuat. Pengamat UNS menilai belum ada konflik terbuka jelang Pemilu 2029.
Menteri Keuangan Sri Mulyani, Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde, dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Panjaitan membawa terumbu karang dalam kampanye pemulihan dan penanaman kembali terumbuh karang di Nusa Dua, Bali, Minggu (7/10). - Istimewa
Harianjogja.com, NUSA DUA - Puluhan ribu tamu undangan bakal datang ke Bali menghadiri pertemuan IMF dan Bank Dunia.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman (Menkomaritim) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut total jumlah peserta Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional-Bank Dunia (IMF-WB) 2018 di Bali mencapai 34.223 orang.
"Per hari ini kita sudah tutup pendaftaran," kata Luhut dalam konferensi pers persiapan Pertemuan Tahunan IMF-WB di Nusa Dua, Bali, Senin (8/10/2018).
Jumlah tersebut mencakup 14.003 peserta yang mendaftar melalui jalur Meeting Team Secretariat (MTS) dari pihak IMF-WB secara daring dan 20.220 peserta mendaftar melalui Indonesia Planning Team yang dikelola oleh panitia nasional.
Selain perwakilan IMF dan Bank Dunia, pertemuan tahunan ini juga dihadiri oleh pengusaha dan bankir, yang disebut Luhut akan membuka banyak peluang kerja sama ekonomi.
"Pertemuan mereka kita fasilitasi, sehingga bisa terjadi banyak kesepakatan ekonomi di sini. Itu akan menguntungkan kita secara langsung maupun tidak langsung," tutur dia.
Pertemuan yang diselenggarakan pada 8-14 Oktober 2018 ini juga diyakini akan semakin menggairahkan sektor pariwisata di Bali, dan daerah sekitarnya seperti Banyuwangi dan Labuan Bajo.
Untuk menyambut Pertemuan Tahunan IMF-WB, pemerintah Indonesia sebagai tuan rumah telah mengembangkan fasilitas pariwisata antara lain perpanjangan apron Bandara Ngurah Rai di Bali, serta perluasan Bandara Banyuwangi.
Perbaikan tersebut meningkatkan jumlah kunjungan turis dan tingkat hunian hotel di Bali dari 60 persen menjadi 70-80 persen.
"Kita membuat untung Republik ini dengan memperbaiki pariwisata, pada situasi \'trade war\' [perang dagang] sekarang ini justru pariwisata yang bisa membantu ekonomi kita," kata Luhut selaku Ketua Panitia Nasional IMF-WB 2018.
Sebelumnya, Luhut menyatakan bahwa jumlah peserta Pertemuan Tahunan IMF-WB melebihi ekspektasi semula yakni 19.000 orang.
Jumlah peserta yang fantastis ini menunjukkan bahwa misi pemerintah Indonesia bukanlah sekadar menjadi tuan rumah yang baik, tetapi juga lebih dari itu, Pertemuan Tahunan IMF-WB juga ajang membuktikan bahwa pemerintah Indonesia mampu mengelola negara dengan baik di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu.
Saya tidak mau main-main. Saya ingin bahwa ini bukan hanya soal penyelenggaraan, tapi menunjukkan kepada dunia kalau Indonesia bisa mengatur dengan baik dalam keadaan ekonomi dunia situasi begini," ujar Luhut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Isu retaknya hubungan Prabowo dan Jokowi mencuat. Pengamat UNS menilai belum ada konflik terbuka jelang Pemilu 2029.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Juli 2026 resmi dirilis. Cek lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Tarif masuk pantai Bantul sisi barat turun jadi Rp5.000. Pemkab optimistis kunjungan naik dan PAD ikut terdongkrak.
Pendidikan DIY diperkuat melalui kolaborasi daerah, digitalisasi data, dan strategi menekan anak tidak sekolah dalam KPI 2026 di UNY.
Pemkab Klaten luncurkan beasiswa kuliah Rp1 miliar. Bupati Hamenang pastikan akses pendidikan merata bagi warga kurang mampu.
Jadwal KRL Jogja–Solo Kamis 2 Juli 2026 lengkap semua stasiun. Tarif Rp8.000, cek jam keberangkatan terbaru di sini.