Kredit Mobil Baru dan Bekas Melemah, OJK Soroti Dampak PHK
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
Ilustrasi kekerasan terhadap anak. (Harian Jogja)
Harianjogja.com, KARAWANG - Nasib tragis dialami bayi berusia 1,5 tahun di Karawang, Jawa Barat. Ia dudga tewas akibat kekerasan seksual.
Warga Perum Taman Sakina, Desa Duren, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat masih terlihat syok pasca-ditemukannya balita yang mati lemas di sebuah toilet musala.
Warga belum tahu persis penyebab meninggalnya balita berusia 1,5 tahun bernama Musa Arya. Namun, warga menduga balita tersebut merupakan korban kekerasan seksual.
Yadi Karyadi (41), salah seorang warga setempat yang pertama kali menemukan bayi malang itu dalam kondisi mengenaskan. Sebelumnya, pada Kamis 27 September 2018 dia bersama warga lainnya mendapat informasi jika balita tersebut hilang saat ditinggal ibunya Salat Asar di musala tersebut.
"Kami bersama warga lain, turut membantu pencarian anak tersebut," ujar Yadi kepasa sejumlah wartawan.
Dia menjelaskan, sekira pukul 16.00 WIB balita tersebut masih terlihat bermain di sekitar musala yang memang posisinya berdekatan dengan rumahnya. Tak berselang lama, balita tersebut dikabarkan hilang.
Saat itu, hampir seluruh warga sibuk untuk mencari balita tersebut. Seluruh sudut jalan dan rumah warga di sisir. Namun, pencarian itu tak membuahkan hasil.
Pencarian pun, kata dia, terus dilakukan warga. Hingga pada akhirnya, warga menemukan balita malang ini di toilet musala dengan kondisi sudah lemas.
Namun, dirinya merasa ada kejanggalan saat menemukan keberadaan bayi tersebut. Karena, di lokasi penemuan ini ada bocah kisaran usia 10 tahun tengah terduduk di dekat korban.
"Saat ditemukan, kondisinya sudah lemas dan membiru di bagian wajah," jelas dia.
Warga pun, kemudian mengevakuasi korban ke RS terdekat. Namun sayang, nyawa bayi malang itu tak tertolong. Sedangkan, bocah 10 tahun yang ditemukan ada di dalam toilet bersama korban, langsung diamankan untuk dimintai keterangan.
"Saat ditemukan, posisi korban ada didekapan bocah tersebut. Diduga, bayi ini disekap," kata dia.
Jika melihat dari tampangnya, kata dia, bocah 10 tahun ini merupakan anak jalanan. Dia menegaskan, bocah berinisial MSM itu bukan warga setempat.
"Kalau dilihat sih, bocah ini seperti habis ngelem," tambah dia.
Sementara itu, orangtua korban masih enggan berkomentar. Dari wajahnya, masih terlohat kesedihan yang sangat mendalam. Apalagi, anak bungsunya itu lagi masa lucu-lucunya, karena baru belajar jalan.
Warga yang geram langsung melaporkan kasus ini ke pihak terkait. Apalagi, korban diduga menjadi korban sodomi sebelum disekap di kamar mandi musala.
Namun demikian, polisi belum bisa memastikan penyebab kematian bayi malang itu. Saat ini, polisi masih menggali keterangan lebih lanjut, termasuk memanggil sejumlah saksi.
"Kami masih melakukan penyelidikan. Belum bisa memastikan penyebab meninggalnya bayi tersebut, karena masih menunggu hasil outopsi dari dokter. Kalau keterangan pelaku masih berubah-ubah," ujar Kapolres Karawang, AKBP Slamet Waloya.
Untuk terduga pelaku, kata dia, saat ini telah diamankan. Pihaknya pun, hingga kini masih mencari keberadaan orangtua pelaku. Mengingat, bocah tersebut adalah anak jalanan.
"Pelaku merupakan anak jalanan dan tidak memiliki identitas kependudukan. Sehingga kami sedang mencari orangtuanya untuk mengetahui umur pelaku sebenarnya," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
OJK mencatat pembiayaan mobil multifinance turun 3,61% hingga Mei 2026. Dampak PHK dinilai menjadi salah satu tantangan industri pembiayaan.
KAI Bandara YIA membagikan merchandise kepada penumpang anak dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Stasiun Yogyakarta dan Stasiun YIA.
Sebanyak 113 SPPG di Bantul telah beroperasi untuk program MBG, sementara 22 unit lainnya masih belum berjalan karena berbagai kendala.
Lebih dari 40.000 kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul kembali aktif setelah penonaktifan PBI akibat penerapan DTSEN.
Polresta Jogja menetapkan lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 anak menjadi korban.
Ekonom menilai penunjukan Destry Damayanti sebagai Pjs. Gubernur BI mampu menjaga kepercayaan pasar selama masa transisi kepemimpinan.