Temuan 995 Senjata, Yayasan Sekolah Jaksel Minta Perlindungan KPAI
Yayasan sekolah di Jaksel meminta perlindungan KPAI dan Kemendikdasmen terkait temuan 995 senjata, amunisi, dan barang lainnya.
Aldi Novel Adilang yang terapung di lautan./Ist-KJRI Osaka via Okezone
Harianjogja.com, JAKARTA-Kisah Aldi Novel Adilang, pemuda berusia 19 tahun ini mirip film \'Life of Pi\'. Fil tersebut berkisah tentang pemuda yang berjuang bertahan hidup di tengah lautan. Akhir cerita keduanya pun mirip. Keduanya sama-sama berhasil selamat setelah melewati berbagai rintangan.
Berdasarkan informasi dari KJRI Osaka, Aldi merupakan penjaga lampu di rompong atau rumah rakit di lautan. Namun nahas, rumah rakit itu hanyut pada pertengahan Juli 2018 hingga ke perairan Guam. Lokasi Aldi saat itu 125 km dari pesisir utara Manado.
Aldi sendiri ditemukan oleh kapal berbendera Panama, M.V. Arpeggio pada 31 Agustus 2018.

KJRI kemudian menjemput Aldi pada 6 September 2018 di Tokuyama, Prefektur Yamaguchi, Jepang, setelah kapal bersandar untuk memastikan Aldi dalam kondisi baik. Selanjutnya KJRi mengawal hingga mendapat izin kepulangan ke Indonesia dari otoritas imigrasi Jepang.

Pada 8 September 2018, KJRI Osaka telah mendampingi kepulangan Aldi ke Manado dengan Garuda Indonesia melalui Tokyo. Saat ini Aldi telah berkumpul dengan keluarganya di Wori, Manado, dan dalam keadaan sehat.

Cerita Aldi mendapat perhatian warganet. Banyak dari mereka yang berterima kasih kepada orang Panama dan Pemerintah Jepang yang telah membantu menyelamatkan Aldi.

Kisahnya puh mengundang simpati para warganet. Banyak dari mereka yang salut dan trenyuh dengan perjuangan Aldi.

Namun, ada juga komentar warganet yang justru seolah gagal fokus. Netizen malah sibuk mengomentari siapa aktor yang tepat untuk memerankan Aldi jika kisah itu difilmkan.

Gimana rasanya terdampar di tengah lautan selama berbulan-bulan seorang diri di atas rumah rakit?
— Natanel Anastasye (@naztaaa) September 22, 2018
Ini yang dialami Novel Adilang, 19 tahun, asal Wori, Minahasa Utara. pic.twitter.com/ypWq1OeZyv
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Yayasan sekolah di Jaksel meminta perlindungan KPAI dan Kemendikdasmen terkait temuan 995 senjata, amunisi, dan barang lainnya.
Polda Metro Jaya memeriksa Bigmo terkait dugaan promosi likuid vape bersama anak. Simak kasus dan aturan iklan rokok elektronik.
SD Negeri 1 Bantul terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas melalui penyelenggaraan layanan pendidikan terpadu
DPRD Bantul meminta Pilur Serentak 2026 berlangsung sehat tanpa politik uang, kampanye hitam, dan isu SARA. Sejumlah kalurahan masih berproses.
Polisi mendalami izin ekskul menembak dan penyimpanan 995 airsoft gun yang ditemukan di sekolah swasta Pondok Pinang, Jaksel.
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"