5.000 Lele Mati di Kolam KDMP Boyolali, Diduga Diracun
Polisi menyelidiki dugaan peracunan yang menyebabkan 5.000 lele di kolam KDMP Boyolali mati. Barang bukti dan sampel air telah diamankan.
Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab./Nurul Hidayat-Bisnis Indonesia
Harianjogja.com, JAKARTA- Ijtima Ulama II akan digelar Minggu (16/9/2018). Acara itu diminta dibubarkan karena dianggap berbau politik.
Ketua Presidium Aksi Bela Islam, Kapitra Ampera meminta Ijtima Ulama II yang rencananya akan diselenggarakan di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Minggu (16/9/2018), untuk dibubarkan.
Menurut Kapitra, Ijtima Ulama II tak mewakili keseluruhan suara umat muslim lebih khusus terhadap Ulama. Lantaran sudah bermuatan politik.
Kapitra mengatakan informasi yang didapat bahwa Ijtima Ulama II, akan mendeklarasikan dukungan terhadap Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno.
Apalagi akan ada kontrak politik dalam deklarasi tersebut. Jauh dari kesepakatan dalam Ijtima Ulama I.
"Itu dulu, disepakati salah seorang calon presiden harus diambil dari ulama itu sendiri. Tetapi kenapa saat ini Sandiaga yang keluar dan itu sudah mengecewakan semangat Ijtima Ulama," kata Kapitra di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (15/9/2018).
Kapitra menjelaskan pada Ijtima Ulama I bahwa direkomendasikan untuk mendampingi Prabowo merupakan dari kalangan ulama seperti kader PKS Salim Segaf Al-Jufri, Ustad Abdul Somad, Abdullah Gymnastiar dan Arifin Ilham. Namun, ternyata Prabowo menunjuk Sandiaga Uno sebagai Wakil Presiden.
"Jadi, kalau memang konsisten dengan kata ulama, harusnya didukung ulama yang jadi wakil presiden. Siapa yang bisa bilang Kyai Ma\'ruf Amin tidak terlibat aksi membela Al Quran? Siapa yang bisa bilang dia bukan ulama? Siapa yang bisa bilang dia bukan Islam atau bahkan munafik? Bahkan toh Jokowinya juga Islam 24 karat. Kenapa tidak bela ulama," ujar Kapitra yang juga mantan pengacara imam besa FPI Rizieq Shihab itu.
Kapitra mengatakan, Ijtima Ulama I, merupakan penerus aksi Bela Islam dalam kasus Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam kasus penodaan agama. Hingga akhirnya berlanjut pada upaya mendukung ulama menjadi wakil presiden.
"Saya orang yang mendukung ulama jadi presiden atau wakil presiden. Kembalilah ke Ijtima Ulama Pertama yang mendukung ulama menjadi wakil presiden," tegas Kapitra.
Maka itu, Prabowo memilih Sandiaga adalah sebuah keputusan yang tidak sama sekali disepakati oleh ulama keseluruhan. Lantaran, Sandiaga adalah kalangan pengusaha.
"Sekarang ini justru pihak satu lagi yang mendukung ulama malah di-bully," tutup Kapitra.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
Polisi menyelidiki dugaan peracunan yang menyebabkan 5.000 lele di kolam KDMP Boyolali mati. Barang bukti dan sampel air telah diamankan.
Jadwal Indonesia vs Thailand di SEA V Cup Putri 2026 berlangsung Jumat 31 Juli pukul 16.00 WIB. Berikut jadwal lengkap leg pertama di Hanoi.
Mulai 1 Agustus 2026 berlaku aturan baru, mulai pungutan pajak pedagang marketplace hingga kenaikan tarif layanan hukum dan pendaftaran merek.
Petenis Indonesia Janice Tjen tersingkir di 16 besar WTA 500 DC Open setelah kalah sengit dari Anna Kalinskaya dalam 3 set. Simak detail pertandingan dramatisny
Penggunaan QRIS di DIY tumbuh 17,5 persen hingga Juni 2026. Mayoritas merchant berasal dari usaha mikro dengan konsentrasi terbesar di Sleman.
Kenali 4 pembalap MotoGP 2026 yang belum pernah menang balapan, termasuk Pedro Acosta dan Toprak Razgatlioglu. Siapa yang akan segera memecahkan rekor?