Rupiah Melemah ke Rp17.717 per Dolar AS, Tekanan Dolar Masih Kuat
Rupiah melemah ke Rp17.717 per dolar AS dipicu ekspektasi suku bunga The Fed tinggi lebih lama dan sentimen geopolitik global.
Seorang bocah terlihat di puing-puing bangunan yang rusak di Douma, Ghouta Timur, di Damaskus, Suriah 21 Maret 2018./Reuters
Harianjogja.com, PARIS-Prancis pada Senin (3/9/2018) menyampaikan "keprihatinannya mengenai serangan besar yang mungkin dilancarkan oleh Pemerintah Suriah dan sekutunya" terhadap Provinsi Idlib di Suriah.
"Serangan semacam itu akan memiliki konsekuensi bencana. Itu akan menimbulkan bencana baru migrasi dan kemanusiaan sebab peristiwa tersebut dapat secara langsung mengancam tiga juta warga sipil yang dihitung oleh Kantor PBB bagi Koordinasi Urusan Kemanusiaan di wilayah itu," kata Kementerian Luar Negeri Prancis di dalam satu pernyataan.
Kementerian tersebut menyeru Rusia dan Turki agar membantu melindungi warga sipil.
Idlib, yang terletak di dekat perbatasan Turki, telah dirancang sebagai zona penurunan ketegangan tempat tindakan agresi dengan tegas dilarang sebagai bagian dari proses yang sedang berlangsung di Astana, Kazakhstan.
Namun, selama dua bulan belakangan ini, daerah itu telah menjadi sasaran serangan udara sangat gencar oleh pasukan Rusia dan Pemerintah Bashar al-Assad.
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian --sebagaimana dilaporkan Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa siang-- sebelumnya mengatakan, "Resiko serangan kimi oleh Pemerintah Suriah di Idlib tak bisa dikesampingkan." Ia menekankan Paris saat ini "sedang mengupayakan penyelesaian (bagi krisis Suriah) bersama Rusia dan Turki".
Kementerian Luar Negeri di Paris juga mengutip pernyataan Presiden Emmanuel Macron pada 27 Agustus bahwa negaranya "akan terus menetapkan garis merahnya mengenai penggunaan senjata kimia dan akan siap bertindak jika penggunaan senjata mematikan tersebut terbukti".
"Dalam setiap kasus, Prancis akan terus bergerak bersama mitranya guna memerangi kebebasan dari hukuman bagi pengguna senjata kimia dan pelaku kejahatan perang atau kejahatan terhadap manusia yang dilakukan di Suriah," kata pernyataan itu.
"Oleh karena itu, Prancis menyeru Rusia dan Turki agar memelihara penurunan kekerasan yang telah mereka jamin di wilayah ini, dengan keprihatinan utama pada melindungi warga sipil."
Kementerian tersebut mengatakan Prancis akan "melanjutkan dialog erat" dengan Rusia dan Turki "serta dengan pelaku utama lain dalam krisis Suriah, guna mewujudkan penyelesaian politik yang melibatkan semua pihak, dapat dipercaya dan berkelanjutan di Suriah."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Rupiah melemah ke Rp17.717 per dolar AS dipicu ekspektasi suku bunga The Fed tinggi lebih lama dan sentimen geopolitik global.
Kecelakaan di Jalan Terong–Mangunan Bantul menewaskan pejalan kaki. Polisi sebut jarak dekat jadi penyebab utama.
KPK memeriksa Plt Bupati Tulungagung dan sejumlah kepala dinas terkait dugaan aliran uang kasus pemerasan Bupati nonaktif.
Motif pembacokan pelajar di depan SMAN 3 Jogja terungkap. Geng Vozter disebut patroli menjaga wilayah usai info tawuran.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa optimistis IHSG akan rebound pekan depan didukung fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap kuat.
Dinkes Sleman perketat pemisahan jeroan kurban untuk cegah kontaminasi dan risiko penyakit saat Iduladha 2026.